ESDM Sebut Ada ‘Harta Karun’ Selain 2 Miliar Ton Emas di Tambang Onto, Apa Itu?
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara soal potensi 2 miliar ton bijih emas di Tambang Onto, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Potensi ini pertama kali diungkap sekitar 2 dekade lalu. Namun ternyata ada 'harta karun' lain yang ditemukan di lokasi tersebut.
Kepala Bidang Mineral, Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi, Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehamad Awaludin mengungkap ada keunikan yang dimiliki lokasi tambang tersebut.
"Terakhir kami konfirmasi ternyata belum ada update karena alasan teknis, di Onto ada keunikan yang beda dengan tempat lain. Kalau kita eksplorasi ternyata di sana ada energi panas bumi, kalau semakin dalam semakin panas," ujarnya di sela acara Kolokium Badan Geologi di Hotel Jayakarta, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
Dia menjelaskan energi panas bumi di lokasi itu disebabkan struktur geologi yang masih muda. Menurutnya, hal ini menjadi keuntungan buat pihaknya karena menjadi ladang kajian untuk mempelajari dan menemukan karakter tambang yang sama.
Awaludin mengatakan struktur serupa bisa saja ditemukan di tempat lain di Indonesia. Mulai dari Aceh, Jawa Timur, NTB hingga Papua.
"Sejauh ini dalam setahun kami banyak melakukan kajian, beberapa area sudah kami targetkan. Eksplorasi deposit emas kami arahkan kegiatan di Aceh, Jawa Timur, NTB, dan Papua, potensi emas tembaga," tuturnya.
Baca Juga
Badan Geologi ESDM Sebut Baru 45% Potensi Endapan Mineral Indonesia yang Terdata
Diketahui Tambang Onto dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM) melalui kontrak karya sejak 1998. STM merupakan perusahaan patungan yang dimiliki Eastern Star Resources Pty Ltd yang merupakan anak perusahaan Vales SA dengan saham 80%. Sementara 20% sisanya dimiliki PT Antam Tbk.
Presiden Direktur STM, Bede Evans mengungkap pengujian kadar logam pada lubang pengeboran sedalam 1.420,2 meter ke arah barat daya memiliki intercept 1.010,2 meter dengan kadar @1,11% tembaga dan 0,84g/t emas. Termasuk intercept 318 meter dengan kadar @1,81% tembaga dan 1,32 g/t emas. (CR-14)

