Gapmmi Sebut Neraca Perdagangan Mamin Indonesia Masih Defisit dengan India
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman mengatakan, neraca perdagangan Indonesia dengan India khususnya di sektor makanan dan minuman (mamin) masih defisit. Pada 2022, angka defisitnya mencapai sekitar US$ 600 juta.
“Memang perdagangan kita masih minus dengan India untuk makanan dan minuman,” ujarnya, kepada Investortrust.id, usai acara B2B Event of Food & Agri Exporters to Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga
Bobot Nilai Konsumsi Mamin dan Tembakau Naik 2,99 Persen Poin
Lebih detail, Adhi menjelaskan, dari sisi makanan dan minuman yang mengandung sawit, ekspor Indonesia ke India memang lebih besar ketimbang impor. Namun, jika komoditas yang mengandung sawit dikecualikan, maka ekspor makanan-minuman olahan masih defisit.
“Tahun 2022 itu kita ekspor (ke India) US$ 290 juta lebih, sementara impor (dari India) itu sekitar US$ 800 juta. Kita minus US$ 600 juta lebih. Masih banyak minusnya, karena kita banyak impor juga,” katanya.
Baca Juga
Kemenperin Sebut Nilai Ekspor RI ke India Capai US$ 3,8 Miliar
Menurutnya, defisit antara ekspor dan impor terhadap India tersebut masih berlangsung hingga tahun 2023 lalu. “Minusnya tersebut di 2022, di 2023 juga masih minus. 2023 belum tutup datanya, tapi masih minus juga,” pungkas Adhi.

