Otorita IKN Paparkan 23 Investor Groundbreaking di 2023, Siapa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Wicaksono menyebutkan, sebanyak 23 investor telah masuk tahap groundbreaking sepanjang 2023. Adapun total dana investasi yang masuk untuk pembangunan IKN saat ini sebesar Rp 41,4 triliun.
Agung menjelaskan, groundbreaking di tahun 2023 dibagi dalam tiga 3 tahap. Tahap 1 sampai 3 dilakukan investor dalam negeri yang memiliki kapabilitas untuk membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Namun, ada juga beberapa investor lokal yang bekerja sama dengan investor asing.
"Mulai dari groundbreaking pertama di September, kedua di November, ketiga di Desember. Dan ini dari 23 investor pelopor ini ada total 9 (investor) di (groundbreaking) yang kedua, 10 (investor) di (groundbreaking) ketiga, dan (groundbreaking) yang pertama 4 (investor)," kata Agung dikutip dari laman resmi IKN, Jumat (5/1/2024).
OIKN memaparkan, investasi masuk ke IKN berasal dari variasi sektor serta skala investasi yang beragam. Konsorsium Nusantara, Pakuwon Group, dan The Pakubuwono Development telah berkontribusi dengan pembangunan kawasan lahan campuran di IKN.
Selain itu, terdapat juga investasi dari Kalimantan Timur, PT Wulandari Bangun Laksana, yang telah sukses membangun kawasan komersil Balikpapan Superblock (BSB), juga ikut melakukan groundbreaking di IKN.
Baca Juga
Investasi di IKN Sudah Masuk Rp 41 Triliun, 15 Investor Lagi Groundbreaking Proyek Januari-Februari
Agung menyebut, bahkan investor skala kecil-menengah seperti BSH dengan salah satu portofolio unit usaha berupa restoran tradisional ‘Kampung Kecil’ juga ikut berpartisipasi mengembangkan lahan di KIPP.
Layanan kesehatan dan pendidikan juga sudah melakukan groundbreaking di IKN. Pemerintah dan investor telah membangun total 4 Rumah Sakit, yakni RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, RS Hermina, dan RS Kementerian Kesehatan, serta 2 unit sekolah, yaitu Nusantara International School (NIS) dan Revitalisasi SDN 020 Sepaku.
Sektor energi hijau dan transportasi hijau juga menjadi sektor penting yang telah melakukan groundbreaking. PT PLN Nusantara Power bersama dengan rekan internasional Sembcorp telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 50 Mega Watt (MW) untuk kebutuhan listrik di IKN.
Sementara itu, PT Bluebird juga mengembangkan sistem transportasi hijau berupa layanan Bus Rapid Transit dan taksi listrik bagi warga Ibu Kota Nusantara.
“Capaian ini menjadi pijakan kokoh agar pembangunan IKN terus berjalan sesuai rencana. Momentum ini juga akan mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional serta membuka peluang kerja luas bagi masyarakat,” ujar Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono.
Saat ini terdapat 9 investor yang akan menjadi inisiator pembangunan hunian di Nusantara. Adapun 3 di antaranya adalah investor asing asal China dan Malaysia. 9 investor tersebut sedang dalam tahap seleksi dan feasilibility study.
Baca Juga
OIKN Bantah Kabar Djarum dan Wings Group Hengkang dari Proyek IKN

