Menko Airlangga Dorong Efisiensi Biaya Logistik Nasional
Jakarta, investortrust.id – Sepanjang tahun 2023, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,05% (yoy) dan mampu lebih tinggi dari angka consensus forecast sebesar 5,03%. Pencapaian ini oleh komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4,82% (yoy) maupun Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Investasi 4,40% (yoy).
Berdasarkan lapangan usaha, sektor yang tumbuh paling tinggi adalah sektor transportasi dan pergudangan. Sedangkan menurut pengeluaran, pertumbuhan tertinggi disumbang oleh konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).
Dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Selasa (20/02), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual mengimbau untuk tidak berpuas diri dengan capaian yang sudah ada di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi. Dia mengingatkan, Indonesia perlu menggerakan dan memaksimalkan tiga mesin ekonomi untuk bisa terus berfungsi secara berkesinambungan ke depan dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Menko Perekonomian Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12% pada 2030
“Yang pertama mesin konvensional. Kita ketahui bersama tentunya kita harus membuka pasar ekspor dan kita harus meningkatkan produktivitas serta mendorong investasi yang lebih produktif atau lebih efisien. Kita tahu Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kita sekarang sekitar 6, kita harus efisienkan sehingga ICOR targetnya ke angka 4,” tutur Menko Airlangga.
Kemudian yang kedua yakni mesin ekonomi baru atau mesin digital yang nantinya berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan di masa depan. Lalu yang ketiga menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila, yaitu mesin ekonomi yang berkeadilan.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, sangat membutuhkan infrastruktur konektivitas seperti jalan, pelabuhan, dan bandara dimana kehadiran infrastruktur ini dapat membuat biaya logistik lebih efisien. Efisiensi biaya logistik mejadi sangat penting untuk mendongkrak daya saing investasi di Indonesia.
Untuk itu, pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kinerja logistik melalui berbagai kebijakan, salah satunya melalui implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi sistem informasi antar instansi dan pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional.

