Pembangunan Bendungan Lau Simeme Rampung Juli 2024, telan Anggaran Rp 1,65 Triliun
MEDAN, investortrust.id –Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menargetkan penyelesaian pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara pada Juli 2024.
Bendungan ini mulai digarap pada tahun 2017 dengan biaya Rp 1,65 triliun dan saat ini progresnya mencapai 78%.
"Konstruksinya sekarang sudah mencapai 78%, tinggal melanjutkan pembangunan main dam saja dari ketinggian 212 meter menjadi 253 meter. Saat ini kita sedang menyelesaikan urusan lahan, diharapkan koordinasi dengan berbagai pihak bisa segera kita tuntaskan agar bendungan ini bisa selesai dan impounding di akhir Juni 2024 atau selambat-lambatnya Juli 2024," kata Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja dalam keterangannya, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Menteri Teten Ungkap 9 Lokasi Pilot Projek Pabrik Minyak Makan Merah
Perlu diketahui, Bendungan Lau Simeme merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk pembangunan bendungan.
"Kita punya program pembangunan 61 bendungan dari 2014 sampai 2024. Sekarang sudah kita selesaikan 42 bendungan yang sudah diresmikan dan dioperasikan. Masih ada 19 bendungan lagi yang jadi pekerjaan rumah kita, salah satunya Bendungan Lau Simeme yang kita targetkan selesai Juli 2024 ini," lanjut Jubir Endra.
Sebagai catatan, konstruksi bendungan ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT Bumi Karsa (KSO) untuk Paket 1 serta PT Pembangunan Perumahan (PP) - PT Andesmon Sakti (KSO) untuk Paket 2.
Baca Juga
Bendungan Lau Simeme didesain dengan tipe zonal timbunan batu yang memiliki tinggi 69,50 meter dari sungai, panjang puncak bendungan 205 meter dengan luas area genangan 125,84 hektare.
Bendungan berkapasitas tampung 21,07 juta m3 ini memiliki dua fungsi utama yakni untuk reduksi banjir area Kota Medan sebesar 289 m3/detik serta penyediaan air baku sebesar 3.000 liter/detik.
Selain itu juga memiliki fungsi tambahan untuk penyediaan energi listrik sebesar 1 MW serta sebagai destinasi pariwisata.
"Mudah-mudahan dengan keberadaan bendungan ini bisa mengurangi debit banjirnya hingga 30%. Selain itu dapat menambah suplai air baku untuk 600 ribu jiwa di Medan dan Deli Serdang," pungkas Jubir Endra. (CR-3)

