Zulhas Berkilah Harga Beras Tinggi Tak Hanya Terjadi di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berkilah bahwa harga beras yang kini tengah melambung bukan hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara lain mengalami hal serupa. Harga beras di Thailand bahkan melonjak 32% dalam setahun.
“Harga beras yang tinggi tidak hanya terjadi di Indonesia tapi negara-negara internasional juga stabil tinggi,” ucap Mendag Zulhas saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (13/3/2024).
Mendag Zulhas mencontohkan, harga beras di Thailand per Februari 2024 mencapai US$ 610 per ton atau naik 32% dibanding periode sama tahun lalu.
Ketua Umum PAN ini pun menjelaskan, penyebab harga beras melambung dikarenakan dampak perubahan cuaca ekstrem El Nino sehingga terjadi pergeseran masa tanam dan panen raya padi di Indonesia.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan HET Beras Tidak Naik Walau Harga Beras Melonjak
“Berdasarkan data per Desember 2023, Januari-Maret 2024 (produksi) lebih rendah 2,82 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, harga gabah naik menembus Rp 8.900 per kilogram di penggilingan,” terangnya.
Maka dari itu, demi menjaga kestabilan pasokan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di tingkat ritel, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 1.000 per kilogram untuk beras premium.
“Bapanas memberikan relaksasi HET beras premium, sebesar Rp 1.000 per kilogram di setiap region, mulai 10-23 Maret 2024. Sementara HET beras medium tetap,” tandas Mendag Zulhas.
Baca Juga
Mentan: Harga Beras Saat Ramadan dan Idulfitri Bakal Turun, Ini Alasannya

