Menko Airlangga: Pemerintah Terus Monitor Perkembangan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pemerintah terus memantau perkembangan rupiah. Dia menyebut kondisi fluktuasi rupiah sebagai kondisi yang normal.
“Kita monitor saja, biasa fluktuasi normal-normal saja,” kata Airlangga, di kantornya, Rabu (3/4/2024).
Airlangga mengatakan, akan terus memantau pergerakan rupiah secara harian. Dia mengatakan antisipasi akan disiapkan jika melemahnya rupiah berlangsung lama.“Ya tentu kita lihat jangka yang lebih menengah lagi,” ujar dia.
Berdasarkan data Investing, rupiah masih terus terpuruk di hadapan dolar AS. Rupiah tercatat melemah 0,07% menjadi Rp 15.926 di pasar spot.
Pelemahan Mata Uang Garuda, mengalami pelemahan sejak 29 Maret 2024. Posisi rupiah mendekati Rp 16.000.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra menyebut ada faktor eksternal dari AS dengan imbal hasil (yield) obligasi terutama tenor 10 tahun yang bertahan tinggi di kisaran 4,3% yang menyebabkan dolar menguat terhadap sejumlah mata uang negara berkembang. Tetapi, Ariston tak memungkiri ada juga faktor kebijakan fiskal dalam negeri yang turut mempengaruhi.
“Iya fiskal itu termasuk kenaikan PPN 12% dan mungkin anggaran untuk program yang dijanjikan presiden baru,” kata Ariston.
Sementara itu, ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Reny Eka Putri menyebut sentimen dalam negeri yang membuat rupiah melemah yaitu kekhawatiran investor terhadap defisit neraca transaksi berjalan yang menjadi 1,5% dari PDB pada 2024. Selain itu, aksi ambil untung investor jelang Idulfitri 2024 juga turut mempengaruhi kondisi ini.
“Aksi ambil untung jelang hari raya Idulfitri dan keluarnya modal asing dari pasar dalam negeri juga menjadi penyebab pelemahan rupiah,” kata Reny.
Baca Juga

