Indef Sebut Tren Ekspor Kelapa Sawit ke AS Terus Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan menilai bahwa ekspor kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke Amerika Serikat (AS) mengalami tren peningkatan cukup signifikan.
Dalam data yang dipaparkannya, ekspor kelapa sawit Indonesia ke dunia di antaranya paling besar adalah ke China, yakni sebesar 18,7%, kemudian India 16,3%, negara EU 12%, Pakistan 8,3%, dan kelima Amerika itu sekarang mencatat ekspor kita 6,74%.
"Jadi saya kira ini menunjukkan bahwa ekspor sawit kita ke Amerika Serikat itu cukup signifikan," ucap Fadhil dalam diskusi secara daring yang dikutip Kamis (14/12/2023).
Baca Juga
Ekspor Sawit Indonesia ke AS Hadapi Tantangan Serius, Ini Sebabnya
Fadhil pun membandingkan kondisi ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS pada 2020 silam, yakni sebesar 3,4%. Selanjutnya, perbandingan dari tahun 2021 dengan 2021 yang juga dinilainya menunjukkan tren peningkatan.
"Kemudian, perbandingan antara ekspor kita di tahun 2022 dibandingkan 2021 ke Amerika itu juga mengalami peningkatan. Jadi saya kira trennya positif lah ekspor sawit kita ke Amerika," terangnya.
Adapun sebelumnya, Pengamat dari International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) IPB Dedi Budiman Hakim mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi Indonesia dalam hal ekspor kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke Amerika Serikat.
Baca Juga
Mendag Zulhas Ungkap Kolaborasi Jadi Kunci Kedaulatan Industri Kelapa Sawit Indonesia
Meskipun saat ini Indonesia masih menjadi pemasok kelapa sawit tertinggi untuk Amerika Serikat, namun Dedi mengimbau adanya tantangan lainnya, yakni negara di bagian Amerika latin lainnya, seperti Meksiko, dan Honduras yang juga mengekspor kelapa sawit.
"Jadi bayangkan di situ ada pemasok kelapa sawit selain Indonesia dan Malaysia, apalagi negara-negara selatan tropisnya. Itu lah tantangan," ucap Dedi dalam diskusi tersebut. (CR-9)

