Perdalam Hubungan Perdagangan, Federasi Ekspor Pangan India Gelar ‘Buyer and Seller Meet’ di Jakarta
JAKARTA, Investortrust.id - Federasi Organisasi Ekspor India (Federation of Indian Export Organisations - FIEO), sebuah organisasi ekspor terbesar India, membawa delegasi bisnis yang beranggotakan 37 orang dari India untuk menggelar pertemuan ‘Buyer and Seller Meet’ di Jakarta, pada Selasa, 16 Januari 2024.
Ajang business matching ini digelar bekerja sama dengan Kedutaan Besar India, di hotel JW Marriot, Jakarta, yang akan dibuka oleh Dr Basir Ahmed selaku Deputi Chief of Mission dari Kedutaan India, dan rencananya akan dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Putu Juli Ardika.
Akan hadir pula Adhi S. Lukman selaku Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), serta Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), termasuk sejumlah pelaku industri Indonesia.
Prashant Seth, Juru Bicara Deputi FIEO, menyampaikan, Indonesia saat ini adalah mitra perdagangan terbesar keenam bagi India secara global dan mitra perdagangan terbesar pertama di ASEAN dengan nilai perdagangan sekitar US$ 39 miliar pada tahun fiskal 2022-2023.
Dengan profil ekspor India ke Indonesia, menurutnya terdapat peluang besar karena hampir 20% ekspor India ke Indonesia masuk dalam kategori pangan dan pertanian. Untuk itu FIEO membawa para delegasi untuk menunjukkan dan berbagi kemampuan di sektor pangan dan agrikultur. Para delegasi dari seluruh India tersebut akan membawa sejumlah produk termasuk rempah-rempah, buah & sayuran, sereal & kacang-kacangan, produk susu, selai kacang, gula aren, makanan siap saji, yang memiliki peluang untuk dipasarkan di Indonesia.
Dia optimistis bahwa inisiatif promosi ekspor semacam ini juga akan membantu mengurangi defisit perdagangan India yang saat ini sebesar US$ 19 miliar akibat impor substansial batu bara, minyak kelapa sawit, dan lainnya.
Sementara itu Dr. Basir Ahmed menyebutkan bahwa selama bertahun-tahun, India dan Indonesia telah mengembangkan hubungan perdagangan dan ekonomi yang sangat dekat dan bersahabat berdasarkan rasa saling percaya dan hormat.
Dia mengatakan tahun 2024 juga akan menjadi momen peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara India dan Indonesia. Dia pun mengatakan bahwa dunia sedang mengalami kekurangan pangan akibat perubahan iklim dan gangguan geopolitik. Sebagai mitra yang bersahabat dan bersejarah karena pertanian merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan populasi, kedua negara dapat saling mendukung tujuan ketahanan pangan dengan meningkatkan kerja sama teknologi misalnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menggunakan teknologi untuk memenuhi tantangan logistik dan meningkatkan nilai produk kita dan juga peningkatan akses ke pasar yang dapat membantu petani mendapatkan harga terbaik.
Berikutnya terkait peran India sebagai negara produsen utama millet atau biji-bijian, Basir Ahmed mengajak perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mengeksplorasi produk millet India, mengingat manfaatnya yang positif bagi kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Malvika Priyadarshini, Counsellor Commercial Kedutaan Besar India di Jakarta mengemukakan, event ini akan dihadiri lebih dari 100 perusahaan, yang akan mengikuti pertemuan bisnis one on one dengan mitra mereka dari India.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang akan hadir dalam pertemuan ini. Kunjungan delegasi ini akan membantu membentuk hubungan bisnis yang langgeng dan akan lebih mendalamkan perdagangan bilateral India-Indonesia di sektor pangan dan pertanian,” kata Malvika di Jakarta, Senin (15/1/2024).

