BPJS Kesehatan Dorong Percepatan Transformasi Mutu Layanan
JAKARTA, investortrust.id – Tahun ini BPJS Kesehatan memeringati hari jadiyang ke-55. Tonggak sejarah terbentuknya program jaminan kesehatan telah dimulai dengan berdirinya Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada 15 Juli 1968.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan, memaknai HUT ke-55 tahun ini dan nyaris 10 tahun implementasi Program JKN, BPJS memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi seluruh elemen. Seluruh pemangku kepentingan telah berkontribusi positif atas suksesnya penyelenggaraan Program JKN bagi penduduk Indonesia.
“Setelah hampir 10 tahun lalu berjuang melalui transformasi dari PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan dengan segaladinamikayangterjadisehinggapenyelenggaraanProgramJKNtetapsustain,makasaatiniBPJS Kesehatan kembali melakukan transformasi,” ujar Ghufron Mukti dalam acara Sarasehan HUT ke-55 BPJS Kesehatan, Senin(31/07).
Ghufron menambahkan di usia ke-55 BPJS Kesehatan, pengelolaan Program JKN mendapatkan tantangan baru dalam meningkatkan mutu layanan. Selama hampir satu dekade ini pula tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan Program JKN juga semakin meningkat. Kendati begitu, ProgramJKNbersamadenganBPJSKesehatantidakhentimelakukanperbaikandaninovasi untuk meningkatkan kualitas dari berbagaisisi.
Itu sebabnya, pada momentum HUT ke-55, BPJS Kesehatan menetapkan tema “Tranformasi Mutu Layanan,KomitmenBersamaDemiKesejahteraanBangsa”. Tema ini diangkat untuk menggaungkanupaya transformasi mutu layanan baik internal BPJS Kesehatan maupun seluruh stakeholderterkait.
BPJS Kesehatan juga memberikan kado HUT dengan mempersembahkan hadiah terindah untuk peserta JKN. Hadiah ini berupa terobosan untuk memberikan kemudahan serta mutu layanan kepada pesertasepertii-CareJKN. Ini merupakan terobosanpenyediaandatariwayatpelayanankesehatanyangdapat dimanfaatkan antar fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan juga meluncurkan Program Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi (PESIAR) untuk percepatan perluasan rekrutmen peserta hingga ke tingkat desa. Ada pula program Simplifikasi Layanan Kantor Cabang yang telah dilakukan untuk memangkas waktu tunggu dan mempercepat proses layanan serta menyediakan fungsi Service Officersecaramobile.Selain itu ada berbagailayananunggulanteknologiinformasiyangmendukungimplementasi ProgramJKNsertameluncurkanwajahterbaruwebsiteBPJSKesehatanuntukkemudahanmasyarakat memperoleh informasi.
Berbagai kemudahan juga dipersembahkan melalui implementasi Rujukan MANTAP atau simplifikasi rujukandengankasusdankondisitertentu. Dengan demikian pesertadapatmerujukkeRSKelasBdanRSKelas AyangdapatlangsungdipiliholehFKTPtanpaharusmelaluiKlinikUtama/RSKelasD/C.Sebagaiupaya perluasan akses layanan, BPJS Kesehatan juga memberikan kompensasi bagi Daerah BelumTersedia
Sejarah BPJS Kesehatan
Jaminan kesehatan awalnya diberikan pada para pegawai negara, penerima pensiun, dan keluarga. Itu sebabnya tanggal 15 Juli 1968 dimaknai sebagai hari lahir BPDPK yang merupakan cikal bakal BPJS Kesehatan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Pada prosenya, lembagainibergantistatusmenjadiBadanUsahaMilikNegara(BUMN)Perum Bhakti Husada dan PT Askes (Persero) yang juga mencakupi kesehatan karyawan BUMN beserta keluarganya. Hingga akhirnya sebagaimana diamanatkan UU SJSN dan UU BPJS, lembaga ini bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengimplementasikan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) bagi seluruh masyarakatIndonesia.

