Harga Minyak Mentah Dunia Turun 1,58%, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak mentah berjangka dilaporkan mengalami penurunan pada hari Rabu (14/2/2024). Penurunan ini melepaskan keuntungan dari sesi sebelumnya karena stok yang melonjak di Amerika Serikat (AS), sedangkan permintaan turun.
Dikutip dari CNBC, Kamis (15/2/2024), kontrak harga minyak mentah untuk bulan Maret mengalami penurunan US$ 1,23 atau 1,58%, menjadi US$ 76,64 per barel. Adapun kontrak Brent untuk bulan April ditutup pada US$ 81,60 per barel, alias turun US$ 1,17 atau 1,41%.
Menurut Badan Informasi Energi (EIA), penurunan ini terjadi setelah persediaan minyak mentah komersial di AS melonjak 12 juta barel pada minggu lalu. Permintaan minyak yang diukur berdasarkan produk jadi yang dipasok ke pasar turun sebesar 973.000 barel per hari pada periode yang sama.
Baca Juga
Harga Minyak Merosot 1% Dipicu Peningkatan Stok Minyak Mentah AS
Harga minyak sendiri naik 1% di awal sesi perdagangan setelah Israel melancarkan serangan udara di Lebanon sebagai reaksi terhadap penembakan roket ke Israel utara yang menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya tujuh orang.
Sementara itu, konflik di Laut Merah sendiri membuat CEO Maersk, Vincent Clerc memprediksi, akan menyebabkan gangguan pada rantai pasokan selama beberapa bulan ke depan. Terlebih lagi, tidak diketahui kapan konflik ini akan berakhir.
“Bagi kami, hal ini berarti waktu transit yang lebih lama dan mungkin akan terjadi gangguan pada rantai pasokan setidaknya selama beberapa bulan, mudah-mudahan lebih singkat, namun bisa juga lebih lama karena sangat tidak dapat diprediksi bagaimana situasi ini sebenarnya berkembang,” kata Vincent Clerc.

