PUPR Bangun 2 Bendungan Rp 9,2 Triliun di Kabupaten Bogor, Ini Tujuannya
BOGOR, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey senilai total Rp 9,2 triliun di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Biaya pembangunan bendungan menggunakan skema kontrak tahun jamak. Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey dibangun dengan biaya masing-masing Rp 5,5 triliun dan Rp 3,7 triliun.
“Keduabendungan ini dibangun untuk pengendalian banjir di hilir Sungai Citarum, seperti di Muara Gembong Bekasi dan Karawang,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Minggu (3/3/2024).
Baca Juga
Kementerian PUPR Bangun Bendungan Pertama di Sulbar Senilai Rp 1,02 Triliun
Basuki mengungkapkan, Bendungan Cibeet dan Cijurey dibangun sejak September 2023. “Kami berharap masyarakat mendukung pembangunan kedua bendungan ini, yang nantinya diikuti pembangunan sejumlah tanggul di hilirnya," ujar dia.
Bendungan Cibeet
Berdasarkan data Kementerian PUPR, paket I Bendungan Cibeet dikerjakan penyedia jasa PT Nindya Karya-PT Adhi Karya-PT Bahagia Bangun Nusa lewat skema kerja sama operasi (KSO), meliputi pekerjaan urugan kiri bendungan utama dan bangunan pengelak.
Adapun paket II dikerjakan kontraktor PT PP-PT Marfri Jaya Abadi-PT Daya Mulia Turangga (KSO), terdiri atas pekerjaan bendungan utama (kanan), bangunan fasilitas umum, dan jalan akses.
Sedangkan paket III dikerjakan PT Waskita Karya-PT Bumi Karsa-PT KPR (KSO), mencakup bendungan utama (tengah), bangunan pelimpah, dan pengambil.
Bendungan Cibeet, menurut data Kementerian PUPR, dibangun di Kecamatan Cariu dengan luas genangan 735,61 ha yang mampu menampung volume efektif 22,53 juta m3 , volume tampung mati 28,75 juta m3, dan volume tampung total 97,53 juta m3.
Besarnya tampungan air kedua bendungan ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat untuk mengurangi banjir di Sungai Citarum Hilir sebesar 66%.
Selain itu, berdasarkan data Kementerian PUPR, air kedua bendungan bakal dimanfaatkan untuk irigasi baru seluas 1.000 ha dan sawah existing 1.037 ha. Juga untuk menyuplai 5.000 ha lahan irigasi di Saluran Tarum serta menghasilkan air baku 3,77 m3 per detik dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 0,25 megawatt (MW).
Bendungan Cijurey
Kementerian PUPR juga menyebutkan, pekerjaan pembangunan Bendungan Cijurey terbagi ke dalam tiga paket. Paket I dikerjakan PT Brantas Abripraya-PT Minarta-PT Raya (KSO), mencakup bendungan utama, bangunan fasilitas pendukung, dan pekerjaan mekanikal elektrikal.
Adapun paket II dikerjakan kontraktor PT Hutama Karya-PT Sacna (KSO), mencakup pekerjaan bendungan utama, jalan akses, dan bangunan pengendali sedimen. Lalu paket III digarap PT Wijaya Karya-PT Jaya Konstruksi (KSO), meliputi bangunan pelimpah, jalan akses, hidro mekanikal elektrikal, dan fasilitas penunjang.
Baca Juga
Rampung Dibangun, Bendungan Cipanas Telan Dana Rp 2,06 Triliun
Bendungan Cijurey, menurut Kementerian PUPR, direncanakan memiliki volume tampung efektif 9,76 juta m3. Bendungan yang secara administratif terletak di Kecamatan Sukamakmur, Cariu, dan Tanjungsari ini diproyeksikan mampu mereduksi banjir dari hulu Sungai Cihoe sebesar 59,33%.
“Air bendungan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi seluas 561 ha dan menghasilkan air baku 0,71 m3 per detik serta PLTA berkapasitas 2x0,5 MW,” papar Kementerian PUPR.

