Ketika Pelepah Pinang Disulap Menjadi Produk Ekspor Bernilai Ratusan Juta Rupiah
JAKARTA, investortrust.id – Pelepah pinang dianggap sampah oleh masyarakat awam. Namun, di tangan Rengkuh Banyu Mahandaru, pelepah pinang bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Karena tangan dinginnya pula, Rengkuh diganjar Semangat Astra Terpadu untuk (SATU) Indonesia Awards 2023 oleh PT Astra International Tbk (ASII).
Rengkuh Banyu Mahandaru sukses mengekspor produk kemasan ramah lingkungannya (eco-friendly packaging) yang terbuat dari pelepah pinang ke sejumlah negara.
Baca Juga
15th SATU Indonesia Awards 2024 Resmi Dibuka, Ada Tawaran Hadiah Menarik
"Kami sudah berhasil mengekspornya ke Jepang, Jerman, dan beberapa kota di Australia," tutur Rengkuh usai dinyatakan sebagai salah satu peraih SATU Indonesia Awards Ke-14 di Catur Dharma Hall, Menara Astra Jakarta, Senin (4/3/2024).
Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Plepah itu mengungkapkan, pelepah pinang merupakan sumber penghasilan yang sangat menggiurkan. Penghasilan dari ekspor pelepah pinang mencapai Rp 400-600 juta per bulan.
"Adapun income kami dari penjualan domestik berkisar Rp 200-300 juta per bulan. Jadi, kalau diekspor mencapai dua kali lipatnya," kata dia.
Rengkuh mengaku hanya mengeluarkan investasi sekitar Rp 30 juta untuk pembuatan eco-friendly packaging. "Rp 30 juta itu dimulai untuk riset. Nah, untuk dana pengembangan dan lain-lain kami melibatkan pihak eksternal, ada juga yang bentuknya grant dari institusi luar dan dalam negeri,” papar dia.
Dia mencontohkan, Plepah telah melakukan riset dengan sejumlah insitutsi. “Kami sudah melakukan riset antara lain dengan Zoological Society of London atau Departemen Lingkungan Hidup dari United Kingdom, Britania Raya," ujar dia.
Selain produk kemasan makanan, menurut Rengkuh, Plepah juga fokus pada pengembangan produk-produk lainnya seperti biomassa sebagai bahan alternatif pengganti batu bara dan bio-charcoal.
Baca Juga
“Salah satu permasalahan di Indonesia adalah masih kurang aware-nya masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan,” tegas dia.
Dia mencontohkan, saat ini harga stereofoam jauh lebih murah dari produk serupa yang ramah lingkungan. “Orang-orang mungkin lebih memilih harga yang paling murah, bukan dampak terhadap lingkungannya,” ucap dia.

