Sumber Gas Raksasa South Andaman Ditargetkan Mulai Produksi 2028-2029
JAKARTA, Investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan proyek sumber gas besar atau giant discovery di South Andaman, Sumatra mulai bisa berproduksi atau onstream pada 2028-2029. Oleh sebab itu SKK Migas meminta Mubadala Energy selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) South Andaman yang berasal dari Uni Emirat Arab untuk mempercepat penyiapan infrastruktur.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara mengatakan percepatan penyiapan infrastruktur itu dilakukan untuk menarik perhatian investor. Diketahui, potensi cadangan gas bumi in place di Wilayah Kerja (WK) South Andaman mencapai potensi lebih dari 6 TCF (trillion cubic feet).
“Mayoritas investor migas akan memilih wilayah kerja yang sudah memiliki infrastruktur dan lebih dekat dengan pasar. Hal ini harus menjadi pertimbangan agar setiap temuan ini bisa segera dioptimalkan,” kata Benny melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Para Petinggi SKK Migas Sambangi Exxon Mobil, Pertamina EP, dan Tangguh LNG, Ada Apa?
Dia membeberkan SKK Migas menargetkan proses appraisal WK South Andaman dimulai 2024. Kemudian proses plan of development dimulai 2025 hingga 2026.
“Tahun 2024 akan dimulai appraisal-nya, 2025-2026 sudah plan of development (POD). Dan di 2028-2029 sudah onstream,” kata dia.
Benny berharap temuan ini membuat investor asing melirik dan memasukkan Indonesia sebagai portofolio investasi. Dia menjelaskan dibutuhkan perbaikan fiskal maupun nonfiskal untuk meningkatkan daya pikat investasi Indonesia.
"Mengingat saat ini kita tengah dalam kondisi bersaing dengan negara-negara lain,” tuturnya.
Baca Juga
SKK Migas Setujui Investasi Dua Proyek EOR di Wilayah Rokan Rp 5,18 Triliun
Sementara itu, Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali mengatakan pihaknya segera mempercepat proses dimulainya pengeboran sumur eksplorasi di WK South Andaman. Dia mengapresiasi SKK Migas dan Kementerian ESDM yang sudah melonggarkan mekanisme kontrak gross split maupun cost recovery.
“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa terkait cadangan migas dan diharapkan dapat mendukung target produksi tahun 2030." ujar dia.

