Pertamuda 2026 Tutup Kompetisi, 90% 'Startup' Alumni Masih Aktif
Poin Penting
|
BADUNG, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) menutup rangkaian Pertamuda Seed and Scale 2026 dengan menobatkan 9 inovator muda sebagai pemenang di tengah tingkat keberlangsungan startup alumni program yang mencapai sekitar 90%. Kompetisi yang berakhir melalui malam Final dan Awarding di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026), menarik 4.445 pendaftar dari 764 perguruan tinggi di Indonesia serta 2 perguruan tinggi luar negeri.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau pemenang kompetisi. Pemantauan terhadap alumni Pertamuda periode 2021-2025 menunjukkan tingkat keberlangsungan usaha startup binaan mencapai 90%.
"Ini menjadi sebuah kebanggaan karena artinya kita bisa betul-betul menjaga keberlanjutan bisnis teman-teman. Ini menjadi catatan positif dalam mendukung Asta Cita nomor 3, yaitu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia," ujar Arya dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Sembilan pemenang terbagi dalam 3 kategori, yakni Early-Stage Startup, Energy Founder sub-kategori Energy Optimization, dan Energy Founder sub-kategori Energy Future. Para peserta melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum mencapai babak final. Dari Top 100, peserta mengikuti Elevator Pitch untuk memilih Top 60, kemudian menjalani pembinaan intensif melalui bootcamp. Proses pembinaan dan evaluasi tersebut kemudian memilih 15 finalis yang mempresentasikan ide bisnis mereka dalam babak Final Pitch di hadapan dewan juri profesional.
Lima juri dari sektor perusahaan, teknologi, usaha kecil dan menengah, serta ekosistem startup menilai para finalis. Mereka terdiri atas Manager CSR Pertamina Mohamad Roby Hervindo, VP Technology Commercial & Implementation Pertamina Ahmad Azhar, Pengurus Komite Kerja Sama dan Advokasi Bidang UMKM dan Koperasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Edric Chandra, Director Startup Grind Indonesia Andrea Varriale, serta Program Manager Fowler GSIC University of San Diego Michelle Kamau.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Kebut Kapasitas 1 GW pada 2028, Siapkan 12 Proyek Panas Bumi
Menurut Arya, keberlanjutan bisnis alumni diharapkan memberikan dampak yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi kreatif. Para finalis tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari generasi inovator yang diharapkan dapat mengembangkan gagasan menjadi bisnis yang memiliki daya saing.
"Kepada seluruh finalis, saya ingin menegaskan bahwa kalian bukan hanya peserta kompetisi, tetapi bagian dari generasi inovator untuk masa depan Indonesia," kata Arya.
Startup Masih Bertahan dan Berubah
VP Stakeholder Relations & Management PT Pertamina (Persero) Rifky Rakhman Yusuf menyampaikan hasil tracer study terhadap 179 startup finalis unik Pertamuda periode 2021-2025. Dari 61 startup yang datanya dapat dianalisis lebih mendalam, sebanyak 55 startup atau 90,16% masih aktif menjalankan usaha atau berhasil melakukan pivot bisnis. Pivot merupakan perubahan arah atau model bisnis untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.
Rifky mengatakan capaian sebuah program kewirausahaan tidak hanya dapat dilihat dari penghargaan yang diterima pada malam puncak kompetisi. Pengetahuan, jaringan, dan kemampuan mempertahankan pertumbuhan bisnis setelah program berakhir menjadi bagian penting dari perjalanan para peserta.
"Malam ini kita memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang. Namun sejatinya, kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja, melainkan dari ilmu yang diperoleh, jaringan yang terjalin, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program ini," ujar Rifky.
Ia menilai hasil pemantauan tersebut menunjukkan kontribusi program telah berkembang melampaui kompetisi kewirausahaan. Pertamuda juga mempertemukan calon pendiri startup dengan pelaku industri dan ekosistem pendukung bisnis.
Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan rangkaian bootcamp memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji model bisnis dan memperoleh masukan dari pelaku industri.
"Akses terhadap investor menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan startup, terutama bagi founder muda yang sedang membangun bisnis," jelas Baron.
Program tersebut juga membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah, akses permodalan, serta pendampingan bisnis.
Raditia Damar Prasetyo, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang membawa karya Apros, mengaku tidak menyangka idenya berhasil masuk Top 3 kategori Early-Stage Startup.
"Saya tidak menyangka bisa masuk Top 3 karena banyak peserta lain yang ide bisnisnya juga bagus-bagus. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Namun, saya tetap menjaga optimisme karena yakin ide saya mampu diterima dengan baik," ungkap Damar.
Baca Juga
UMKM Binaan Pertamina Buka Peluang Ekonomi bagi Perajin Lokal
Kebahagiaan serupa disampaikan Ziauddin Dzilmi Yusuf, mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Ia mengusung inovasi Node Fabless Semiconductor Company dan meraih posisi Top 3 kategori Energy Founder sub-kategori Energy Optimization.
Ziauddin berharap inovasinya dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan industri cip buatan Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dalam negeri. Ia juga berharap pengembangan inovasi tersebut dapat mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.
Berikut daftar lengkap pemenang Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2026:
1. Kategori Early-Stage Startup
- Robotku School – Deltakristiano Kurniaputra (Universitas Indonesia)
- Apros – Raditia Damar Prasetyo (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
- Aigra – Satriyo Imam Arifin Wahono (Universitas Negeri Surabaya)
2. Kategori Energy Founder – Energy Optimization
- Popipo – Yudhistira Pranata Nusa (Institut Teknologi Bandung)
- Spectamate – Moch. Aufa Dany Damario Sudjono (Universitas Indonesia)
- Node Fabless Semiconductor Company – Ziauddin Dzilmi Yusuf (Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang)
3. Kategori Energy Founder – Energy Future
- Zero Pome – Kayla Kwok (Universitas Indonesia)
- Aio PestGuard – Muhammad Raihan Ghani (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
- Aquasweep – Mirrabell Frederica Hadiwijono (University of Toronto, Kanada)
