PLN Gandeng Australia, Perkuat Jaringan Listrik Jawa-Bali dan Teknologi Baterai
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk mempercepat pengembangan infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan sumber daya manusia sektor ketenagalistrikan. Salah satu agenda utamanya penjajakan pembiayaan proyek penguatan jaringan listrik Jawa Timur dan Bali serta pengembangan teknologi baterai untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.
Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan kemitraan tersebut membuka akses bagi perusahaan terhadap pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan dari Australia. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari transformasi PLN dari penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi atau energy solution provider.
“Dukungan Pemerintah Australia memiliki arti penting bagi PLN, baik dalam pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan dan teknologi, maupun penjajakan peluang pembiayaan. Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” ujar Didi dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman tersebut, kedua pihak mengembangkan sejumlah program kolaborasi yang mencakup penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga
Dalam pengembangan infrastruktur, PLN menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA), lembaga pembiayaan ekspor milik Pemerintah Australia, untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening. Proyek tersebut diarahkan untuk meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan serta peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi.
Selain pembiayaan infrastruktur, PLN juga menjajaki kerja sama teknologi dengan sejumlah lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, termasuk Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water. Kolaborasi teknologi tersebut mencakup pengembangan fleksibilitas jaringan listrik, sistem penyimpanan energi menggunakan baterai atau battery energy storage system (BESS), serta fleksibilitas pengoperasian pembangkit listrik.
Kerja sama PLN dan Australia juga mencakup peningkatan kesiapan sistem ketenagalistrikan dalam menghadapi risiko perubahan iklim. Bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia atau Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), PLN menjalankan program Capacity Building Skenario Iklim dan Ketahanan Sistem.
Di luar pengembangan infrastruktur dan teknologi, PLN bersama Pemerintah Australia juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia. Melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK), kedua pihak menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap untuk periode 2027–2030.
Peta jalan tersebut diselaraskan dengan target NZE, prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip Just Energy Transition atau transisi energi berkeadilan.
Didi mengatakan pengembangan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja agar PLN dapat mengelola sistem ketenagalistrikan yang semakin kompleks.
“Penguatan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi dan kualitas SDM. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional, kami ingin menyiapkan talenta PLN yang mampu mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan sekaligus menghadirkan solusi energi yang menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuh Didi.
Australia Sebut PLN Mitra Penting
Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier menyambut positif penguatan kemitraan kedua negara. Dia menilai PLN memiliki peran penting dalam agenda transisi energi Indonesia, terutama dalam pengembangan elektrifikasi dan infrastruktur ketenagalistrikan.
Baca Juga
Menurut Brazier, kerja sama tersebut tidak hanya memberikan peluang bagi Australia untuk mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara kedua negara.
“Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia dan memahami bahwa PLN akan memainkan peran sentral dalam elektrifikasi tersebut. Kemitraan ini juga bersifat timbal balik. Kami belajar banyak dari PLN dalam memahami lingkungan dan kebutuhan Indonesia, yang semakin memperkaya hubungan kedua negara,” ungkap Brazier.
