Infomedia Andalkan AI untuk Pangkas Biaya dan Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Infomedia Nusantara (Infomedia) mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan otomasi cerdas untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis perusahaan. Strategi pengembangan layanan digital business process outsourcing (BPO) tersebut bergasil mengantarkan Infomedia meraih pengakuan Frost & Sullivan 2026 Indonesian Company of the Year di industri digital BPO Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya Infomedia mentransformasi layanan BPO melalui operasional berbasis AI dan pendekatan berorientasi hasil. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Anak perusahaan Telkom itu mengembangkan model digital BPO yang mengintegrasikan teknologi AI, otomasi cerdas, analitik, konsultasi operasional, dan layanan terkelola. Teknologi tersebut diterapkan langsung dalam alur kerja operasional yang terpantau, bukan hanya melalui proyek percontohan yang berdiri sendiri.
Baca Juga
Infomedia Genjot Efisiensi Layanan dengan Analytics, Automation, dan AI
Pendekatan ini membantu perusahaan mengoptimalkan proses digital, menekan biaya layanan (cost-to-serve), memperkuat tata kelola, dan meningkatkan efisiensi operasional. Infomedia juga terus mengembangkan sinergi antara keahlian manusia dan kapabilitas mesin, termasuk melalui penerapan agentic AI.
VP ICT Practice Frost & Sullivan, Krishna Baidya menilai Infomedia memiliki pendekatan berbeda dalam menawarkan layanan digital BPO. Perusahaan tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi memulai kerja sama dengan memahami kebutuhan dan target transformasi pelanggan.
“Infomedia memiliki pendekatan yang berbeda karena tidak hanya menawarkan platform atau teknologi. Infomedia memulai diskusi dengan pelanggan melalui identifikasi kebutuhan dan peluang penerapan (use case), bukan semata-mata spesifikasi produk,” ujar Krishna dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Infomedia juga menerapkan model bisnis berbasis nilai dengan menyelaraskan skema komersial, keunggulan operasional, dan layanan sesuai prioritas pelanggan. Strategi tersebut diarahkan untuk menghasilkan dampak terukur, menjaga ketahanan pendapatan, serta membuka peluang ekspansi ke pasar dan segmen pelanggan baru.
Dari sisi operasional, Infomedia didukung jaringan layanan di 14 lokasi yang tersebar di sembilan kota. Jaringan tersebut menjadi salah satu penopang kesinambungan operasional dan kualitas layanan bagi pelanggan.
Direktur Utama PT Infomedia Nusantara, Eddy Sofryano mengatakan bahwa pengakuan Frost & Sullivan memperkuat komitmen perusahaan dalam mengembangkan layanan berbasis AI dan otomasi. “Pengakuan ini semakin menguatkan komitmen kami untuk membantu perusahaan mengubah pemanfaatan AI dan otomasi menjadi peningkatan nyata dalam kualitas layanan, efisiensi, dan ketahanan bisnis,” tutup Eddy.
