'Perfect Score' Telkom Menjaga Kesinambungan Bumi
Poin Penting
|
Oleh: Khairi Fuady
Co Founder Indonesia South-South Foundation (ISSF), Senior Advisor Div. HCM. Telkom Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id -- Melalui akun instagramnya, Willy Saelan, Direktur Human Capital Strategic Management Telkom Indonesia, membagikan momen bahagia tatkala ia menerima penghargaan bergengsi dari Reuters untuk Telkom Indonesia. Dalam kategori pengelolaan ESG, Telkom berhasil menyabet predikat "Perfect Score" atas capaian nyata dalam manajemen karbon dan ikhtiar merawat sustainability.
Penghargaan di atas menjadi penanda bahwa ikhtiar menjaga kesinambungan bumi oleh Telkom mendapat rekognisi di panggung Internasional. Reuters Events Responsible Business Awards memang sedari lama menjadi alat ukur global untuk pengelolaan perusahaan yang penuh dengan tanggung jawab. Ratusan perusahaan dari puluhan negara bersaing ketat di setiap tahunnya.
Di antara penerima penghargaannya termasuk juga nama nama besar seperti Gina McCarthy, penasihat iklim Gedung Putih dengan kategori Lifetime Achievement. Ada juga Mary Robinson mantan Presiden Irlandia, Mari Carney mantan Gubernur of England, dan Paul Polman mantan CEO Unilever.
Lebih lebih, capaian ini diraih saat susunan manajemen Telkom baru saja tersusun dengan nahkoda baru yang visioner, Nanang Hendarno, bersama profesional terbaik lainnya di jajaran direksi. Komposisi yang hari ini oleh insan Telkom dipandang solid, perpaduan antara pengalaman dan integritas, serta sistem yang telah kokoh dibangun oleh perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.
Dengan fondasi ini, Perfect Score bagi Telkom dalam Reuters Achievement menjadi penguat untuk terus mengembangkan diri dan mengepak sayap lebih lebar untuk terbang.
Capaian ini juga semakin diperkuat dengan partisipasi Telkom Indonesia dalam keanggotaan United Nation Global Compact (UNGC), dengan programnya zero waste to landfill bersama waste4change yang melibatkan langsung peran karyawan. Menurut Dirut Telkom Nanang Hendarno, keberlanjutan bukan hanya tentang memenuhi standar atau menjalankan inisiatif lingkungan, tapi juga tentang bagaimana hal tersebut menjadi strategi bisnis dan budaya kerja. Oleh karena itu ia memanggil seluruh insan TelkomGroup untuk being involved dan menjadi penggerak dalam gawai bersama ini.
Namun demikian, kita juga tak boleh terlena. Di dalam negeri, Bumi Indonesia masih menyimpan sejumlah luka. Kabut asap yang melanda Kalimantan dan Sumatera, deforestasi yang menggerogoti paru-paru dunia, dan gelombang panas, adalah pengingat bahwa perjalanan menuju sustainability masih panjang.
Green Theory dalam hubungan internasional
Dari titik ini, Green Theory dalam Ilmu Hubungan Internasional kembali menemukan relevansinya. Teori yang mengajarkan bahwa enviromental cricis tidak mengenal batas negara (borderless), ecology security sama pentingnya dengan political security, dan bahwa manusia bukanlah satu satunya entitas di bumi yang harus diperhatikan. Dalam kerangka Green Theory, capaian perusahaan nasional seperti Telkom dengan meraih global achievement bukan lagi sekadar urusan korporasi, tapi menjadi sumbangsih bagi global order yang berkelanjutan. Disini lah predikat Perfect Score Telkom menjadi lebih bermakna.
Keberlanjutan bagi Telkom adalah nafas sekaligus ruh dan jiwa. Dalam komitmen sustainability-nya, Telkom menenun tiga pilar penting: 'Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business". Efisiensi energi, peremajaan dan modernisasi jaringan, optimasi energi baru dan terbarukan, transisi menuju electric vehicle, dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dijalankan dengan cermat dan serius.
Alhasil, sebuah perusahaan yang kerja utamanya adalah menghubungkan jutaan orang melalui gelombang radio dan serat optik, dengan cermat juga turut memilih menghubungkan masa kini dengan masa depan planet kita untuk lebih baik. Perfect Score menitipkan sedikit pesan, bahwa teknologi yang kuat adalah teknologi yang mampu bersikap rendah hati untuk turut menjaga hari depan. Bukan hanya mengejar kecepatan data dan memperluas sinyal, tapi juga memperluas peluang bagi generasi yang akan datang.
Dalam konteks Indonesia yang terus berusaha menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi dengan komitmen iklim global, Telkom menjadi semacam cermin atau kompas yang menuntun. Ia membuktikan bahwa BUMN bisa menjadi pelopor, bukan hanya menjadi followers, seperti yang kerap dipesankan oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Waka Aminuddin Ma'ruf. Tanggung jawab sosial bukanlah beban bagi perusahaan, tapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis itu sendiri. Di tengah luka bumi yang masih menanti akan kesembuhan, semoga ikhbar baik ini menjadi semacam vitamin untuk kita kembali bangkit dan tumbuh menjemput hari depan yang lebih baik.
