Sinarmas AM Borong 4 Penghargaan Best Sharia Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Sinarmas Asset Management (AM) meraih empat penghargaan dalam ajang Best Sharia Awards 2026 yang diselenggarakan PT Infovesta Utama dan Investortrust di Glass House, Habitate Jakarta Oakwood Suites, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Sinarmas Asset Management meraih penghargaan pada kategori Reksa Dana Campuran Syariah Periode 1 Tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah Periode 3 Tahun, Reksa Dana ETF Indeks Syariah Periode 1 Tahun, serta Reksa Dana ETF dan Indeks Syariah Periode 3 Tahun.
Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, Domingus Sinarta Ginting menyampaikan terima kasih kepada Investortrust dan Infovesta atas penghargaan yang diberikan.
Baca Juga
Insight Investments Management Raih Best Sharia Awards 2026, Investasi Syariah Berdampak Sosial
“Ini merupakan salah satu event yang prestis buat kami dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada investor setia kami yang telah percaya kepada Sinarmas agar ini ke depannya menjadi benchmark kami untuk mengelola lebih baik lagi dan juga memberikan yang terbaik bagi terutama untuk nasabah kami,” kata Domingus.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemenang lainnya dalam ajang penghargaan bertajuk Mendorong Industri Keuangan Syariah sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional itu.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust Abdul Aziz menjelaskan, Best Sharia Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian dan kontribusi para pelaku industri keuangan syariah di Indonesia yang menjaga integritas dan transparansi serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
“Indonesia membutuhkan investasi yang lebih besar, industri yang lebih produktif, ekspor yang lebih kuat, serta lapangan kerja yang semakin luas. Industri keuangan syariah memiliki kesempatan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui penghimpunan dana, pembiayaan usaha, investasi, dan perlindungan risiko,” ujar Abdul Aziz.
Menurut Aziz, berdasarkan data per Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 749 triliun atau tumbuh 11,61% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Sementara itu, total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp 3.131 triliun dengan pangsa pasar sebesar 11,36% dari total aset keuangan nasional. Pada sektor riil, rantai nilai halal (halal value chain) tumbuh 5,5% pada kuartal II 2026.
Di tingkat global, aset industri jasa keuangan syariah mencapai US$ 3,88 triliun pada 2024 berdasarkan data Islamic Financial Services Board (IFSB).
Meski demikian, Aziz menyoroti pangsa pasar perbankan syariah Indonesia yang masih berada di kisaran 7%.
“Walaupun kita merupakan negara berpopulasi Muslim terbesar, didukung regulasi pemerintah yang intensif serta industri yang terus berkembang, pangsa pasar kita masih berada di kisaran 7% dan belum berhasil menembus angka 10%. Ini menjadi PR kita bersama,” tandasnya.
Baca Juga
Aziz turut menekankan, peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan, dan kepercayaan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk memperkuat industri keuangan syariah nasional.
Nasabah dan pelaku usaha, kata dia, membutuhkan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah sekaligus mudah, cepat, aman, transparan, dan kompetitif.
“Mari kita gerakkan, dana menjadi investasi, investasi menjadi produksi, dan produksi menjadi pekerjaan serta kesejahteraan. Itulah keberhasilan yang akan membuat keuangan syariah benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Aziz.
