PEVS 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Kejar TKDN EV 80% pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik (EV) agar tidak berhenti pada peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat manufaktur dalam negeri. Target tersebut kembali disorot dalam pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta mengatakan, pertumbuhan pasar perlu diikuti peningkatan kapasitas produksi nasional.
“Kita tidak hanya menjadi pasar, tapi kita juga ikut serta dan juga berperan peluang terbuka untuk memperkuat industri nasional,” kata pria yang akrab disapa Tata itu.
Kemenperin menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam negeri dalam pengembangan kendaraan listrik. Salah satu instrumen yang digunakan pemerintah adalah kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Peta jalan industri menetapkan target minimum TKDN kendaraan listrik berbasis baterai sebesar 40% pada 2026. Namun angka itu meningkat menjadi 60% pada periode 2027-2029, dan 80% pada 2030.
"Peningkatan TKDN diharapkan mendorong produsen memperluas penggunaan komponen lokal. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi antara produsen kendaraan listrik dan industri baterai dalam negeri," sambung Tata.
Tata menyebut ekosistem kendaraan listrik perlu diperkuat dari hulu hingga hilir, termasuk manufaktur baterai, produksi kendaraan, dan daur ulang. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri nasional.
Agenda ekonomi dan ketahanan energi
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menilai bahwa pengembangan kendaraan listrik berkaitan erat dengan agenda ekonomi dan ketahanan energi.
“Mobilitas bersih, efisien adalah agenda lingkungan sekaligus agenda ekonomi, agenda ketahanan energi, dan agenda daya saing industri kita,” ujarnya.
Rachmat juga mendorong kepastian insentif jangka menengah, percepatan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta pengembangan industri daur ulang baterai. Menurutnya, penguatan ekosistem membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan sumber pembiayaan di luar APBN.
Sebelumnya Ketua Umum Periklindo, Moeldoko turut mengingatkan pentingnya menyiapkan tenaga ahli, regulasi, dan infrastruktur seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Kehadiran PEVS 2026 juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mendukung penguatan industri sekaligus memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
