Bahlil Bidik India hingga China, Cari Kontrak Jangka Panjang untuk Amankan Pasokan BBM RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia akan mencoba menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk menjamin kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia. Langkah ini ditempuh di tengah ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, khususnya bensin beroktan RON 90 atau Pertalite.
Bahlil mengatakan, kunjungan ke sejumlah negara tersebut akan dimulai pada Selasa (27/10/2026). Pemerintah menargetkan penjajakan ini menghasilkan kepastian pasokan, termasuk melalui kontrak pengadaan BBM jangka panjang.
“Kita tahu bahwa kita masih mengimpor BBM RON 90 dari negara tetangga, dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, China, dan beberapa negara untuk saya mendapatkan kepastian pasokan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/190/2026).
Menurut dia, pencarian pemasok alternatif merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan energi nasional. Bahlil menegaskan, pemerintah telah memperhitungkan berbagai aspek sebelum mengambil langkah kebijakan di sektor energi, termasuk dampaknya terhadap pasokan dan devisa negara.
Baca Juga
Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Hanya 8%, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak
Langkah tersebut juga menjadi perhatian menyusul pertanyaan mengenai kemungkinan dampak kebijakan pemangkasan ekspor gas ke Singapura terhadap impor BBM dari negara tersebut. Bahlil mengakui sebagian kebutuhan RON 90 Indonesia masih dipenuhi melalui impor dari negara tetangga.
“Kita kan tahu, teman-teman kan tahu bahwa RON 90 itu kan sebagian masih impor dari negara sebelah. Saya sudah memperhitungkan semuanya kok. Saya sudah mempertimbangkan semuanya,” kata Bahlil.
Dia menegaskan, keputusan pemerintah terkait pengelolaan energi tidak diambil tanpa memperhitungkan konsekuensi yang mungkin muncul. Karena itu, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menjalankan kebijakan tersebut.
Di sisi lain, Bahlil memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM nasional. Ia menyatakan cadangan BBM Indonesia masih berada dalam standar minimum nasional dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik.
“Rakyat Indonesia tenang, insyaallah saya memberikan jaminan atas arahan dan perintah Bapak Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi,” tegas dia.
