Bahlil Siapkan Opsi Setop Ekspor Gas, Pasokan Domestik Jadi Prioritas
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk memastikan kebutuhan energi dalam negeri terpenuhi di tengah arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bersiap menghadapi kondisi survival atau bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Bahlil mengatakan, pemerintah perlu memprioritaskan kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya energi, termasuk memastikan pasokan gas domestik sebelum memenuhi kebutuhan ekspor. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rapat kabinet paripurna dalam rangka dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga
'Lifting' Minyak 2026 Belum Capai Target, SKK Migas Siapkan Skenario Baru Kejar 610.000 Barel
“Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival, kan? Harus penuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” kata Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dia menjelaskan, arahan Presiden Prabowo dalam rapat kabinet menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pemerintah. Seluruh kementerian dan lembaga diminta menerjemahkan arahan tersebut ke dalam langkah konkret dengan tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku.
“Kerja cepat, eksekusi cepat, jangan lambat, sesuai aturan dan jangan melanggar aturan,” ujar Bahlil saat menyampaikan catatan Presiden dalam rapat tersebut.
Menurut Bahlil, kondisi survival yang disampaikan Presiden harus menjadi perhatian seluruh pejabat negara dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan. Dalam sektor energi, prinsip tersebut dapat diterjemahkan melalui penguatan ketahanan pasokan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Baca Juga
Realisasi Penyaluran Gas PGN Tembus 95%, Hampir 20 Kargo LNG Diamankan
Selain membahas kebijakan gas, Bahlil juga melaporkan capaian sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), khususnya batu bara, dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menyebut produksi batu bara mengalami penurunan, tetapi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor tersebut tetap melampaui target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, tadi kita melakukan rapat kabinet paripurna dalam rangka dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka. Saya tadi sampaikan capaian kinerja di sektor ESDM, batu bara kita sekalipun produksi menurun, tapi target PNBP kita melampaui target,” tutur Bahlil.
