2 Tahun Prabowo-Gibran, Menperin Bidik Peningkatan Kontribusi Industri ke PDB
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji menargetkan peningkatan kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Hal tersebut diungkapkan tepat pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menperin Sarmuji mengungkapkan upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan peran industri sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional setelah dua tahun pemerintahan berjalan.
Selain meningkatkan kontribusi terhadap PDB, politikus Partai Golkar tersebut menyebutkan, pemerintah juga berupaya mendorong pertumbuhan industri agar berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
“Perindustrian akan terus bekerja untuk menjadi backbone bagi pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Pak Prabowo-Gibran. Kita akan makin tingkatkan,” ujar Menperin saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Meneprin Sarmuji berharap, kontribusi industri terhadap PDB nasional dapat terus meningkat seiring dengan upaya pemerintah memperkuat kapasitas dan daya saing sektor tersebut.
“Mudah-mudahan kita bisa tingkatkan kontribusi industri terhadap produk domestik bruto. Mudah-mudahan pertumbuhan industri makin tinggi, berada di level lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Baca Juga
Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan
Di sisi lain, penguatan industri juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi sektor manufaktur dan industri nasional. Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah industri perkapalan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun kegiatan reparasi.
Dalam kesempatan yang sama, Menperin menilai Indonesia memiliki kebutuhan transportasi laut yang besar sebagai negara kepulauan. Namun, kapasitas industri perkapalan nasional masih perlu terus dikembangkan agar mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih maju.
Karena itu, kolaborasi pemerintah dengan pelaku industri dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan produksi, efisiensi, dan daya saing industri dalam negeri.
Ke depan, Kementerian Perindustrian akan terus mendorong penguatan sektor industri agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin besar serta pertumbuhannya mampu melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kebutuhan terhadap transportasi kapal sangat besar, baik kapal penumpang maupun kapal pengangkut barang dan angkutan-angkutan sejenisnya. Karena itu kalau Indonesia tidak kuat di bidang ini sebenarnya rugi sekali itu," terangnya.
