Warga Jakarta Paling Banyak Keluarkan Uang Selama Ramadan, Segini Besarannya
JAKARTA, investortrust.id – Warga DKI Jakarta memimpin pengeluaran individu alias paling banyak mengeluarkan uang selama Ramadan, yaitu rata-rata Rp 5,05 juta, bertambah Rp 1,20 juta dari biasanya. Sebaliknya, warga Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan pengeluaran paling rendah.
Senior Quantitative Analyst BSI Institute, Fatiya Rumi Humaira mengatakan, tiap individu mengalokasikan pengeluaran paling besar untuk kebutuhan makanan selama Ramadan.
Baca Juga
Memasuki Lebaran, Tingkat Kunjungan Pusat Perbelanjaan Diprediksi Tumbuh 20%
“Alokasi pengeluaran terbesar setiap bulannya adalah kebutuhan makanan (24,4%), disusul pakaian (12,29%), perumahan (9,48%), dan tabungan serta investasi (8,59%),” kata Fatiya dalam laporan BSI Institute Quaterly Q1 2024, seperti diakses investortrust.id, Senin (8/4/2024).
Pada bulan-bulan normal, kata Fatiya, pengeluaran per individu rata-rata nasional berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sebesar Rp 2,16 juta. “Sedangkan rata-rata pengeluaran selama Ramadan meningkat hingga Rp 2,88 juta,” ujar dia.
Fatiya menjelaskan, pengeluaran Ramadan tingkat individu paling tinggi tercatat di DKI Jakarta. Provinsi ini memimpin konsumerisme-altruisme tertinggi. Itu terjadi karena baseline tingkat pengeluaran di DKI Jakarta sudah tinggi, bahkan selain Ramadan.
“Rata-rata pengeluaran individu selama Ramadan di DKI Jakarta sebesar Rp 5,05 juta, meningkat Rp 1,20 juta dari biasanya,” tutur dia.
Setelah DKI Jakarta, provinsi yang mengalami pengeluaran tertinggi selama Ramadan, yaitu berturut-turut Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Banten.
Baca Juga
Sementara itu, lima provinsi terendah yang mencatatkan pengeluaran selama Ramadan yaitu NTT, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
"Selain harga kebutuhan pokok yang meningkat, pada Bulan Suci Ramadan terdapat sejumlah produk yang menunjang perayaan Idulfitri," tutur Fatiya Rumi Humaira.
