Jumhur Hidayat Tekankan Hilirisasi dan Perlindungan Lingkungan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan hilirisasi yang diiringi perlindungan lingkungan sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Pendekatan tersebut membuka peluang bagi dunia usaha untuk memperluas investasi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun depan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengapresiasi perhatian Kadin terhadap hilirisasi dan pemuliaan lingkungan. Menurut dia, peningkatan nilai tambah perlu dilakukan di dalam negeri agar manfaat ekonomi dari pengolahan sumber daya alam tidak hanya dinikmati negara tujuan ekspor bahan mentah.
Baca Juga
Kadin Galang Dukungan Puluhan Dubes untuk Pencalonan Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirjen WHO
“Peningkatan nilai tambah itu ada di dalam negeri, retain value added. Nilai tambah yang tertahan di dalam negeri, dan itu hanya bisa dilakukan kalau ada investasi, ada usahanya di dalam negeri. Bukan lagi mengirim bahan mentah ke luar,” ujar Jumhur dalam Rakornas Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin, Selasa (13/10/2026).
Jumhur juga menekankan pentingnya menjalankan kegiatan usaha dengan tetap menjaga lingkungan. Menurut Jumhur, orientasi bisnis tidak semestinya hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memastikan kegiatan ekonomi memberikan manfaat bagi lingkungan. “Jadi berbisnis, berusaha sambil memuliakan lingkungan. Dan itu adalah satu yang sangat diprioritaskan oleh pemerintah saat ini,” kata dia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, pesan tersebut menjadi masukan bagi dunia usaha untuk melihat perlindungan lingkungan bukan semata-mata sebagai kewajiban, melainkan juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja ekonomi dan nilai tambah.
Baca Juga
RUU Kadin Masuk Babak Akhir, Anindya Bakrie Bidik Peran Lebih Besar bagi UMKM
Anindya menilai peluang ekonomi masih terbuka meski kondisi perekonomian menghadapi berbagai tantangan. Dia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada tahun depan sebagaimana yang ditargetkan pemerintah, dengan tetap mengedepankan praktik usaha yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Bahkan di dalam keadaan ekonomi penuh dengan tantangan, masih banyak sekali peluang-peluang yang belum digarap. Dan ini yang membuat kita di Kadin optimistis bahwa untuk tahun depan bisa ke 6%, dan ini juga bisa dilakukan seperti Pak Menteri sampaikan tadi dengan tetap memuliakan lingkungan,” ucap Anindya.
