Komisi VI dan PHE Perkuat Strategi Ketahanan Energi Lewat Migas
Poin Penting
|
KARAWANG, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream PT Pertamina, mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) melalui pengembangan lapangan eksisting, pengeboran, dan optimalisasi aset untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Strategi tersebut disampaikan PHE saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR di Anjungan Bravo, lepas pantai Blok Offshore North West Java atau ONWJ, yang dioperasikan PHE ONWJ pada Minggu (4/10/2026).
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan kunjungan lapangan diperlukan untuk melihat secara langsung pengelolaan aset hulu minyak dan gas serta memastikan kegiatan operasional PHE terus memberikan kontribusi terhadap ketersediaan energi nasional.
Baca Juga
PHE Ungkap Strategi Pengeboran Hadapi Tantangan Energi Masa Depan
“Kunjungan seperti ini penting karena ketahanan energi tidak cukup hanya diceritakan melalui angka produksi dan laporan. Kami perlu melihat secara langsung bagaimana sumur, anjungan, jaringan pipa, dan berbagai fasilitas produksi dikelola untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar dia dikutip dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Andre mengatakan PHE ONWJ memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. Wilayah kerja tersebut telah berproduksi dalam waktu panjang sehingga pengelolaan lapangan eksisting membutuhkan strategi untuk mempertahankan sekaligus mengoptimalkan potensi produksi yang masih tersedia.
Menurut dia, peningkatan produksi dapat dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai pengembangan lapangan, pengeboran, penerapan teknologi hingga optimalisasi aset yang telah tersedia.
“Kami melihat masih terdapat peluang peningkatan produksi melalui pengembangan lapangan, pengeboran, penerapan teknologi maupun optimalisasi aset yang telah ada,” katanya.
Andre menekankan peningkatan produksi perlu berjalan bersama dengan keandalan fasilitas dan efisiensi operasi. Penerapan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau HSSE juga perlu dilakukan secara konsisten dalam kegiatan operasional.
Komisi VI Pantau Pengelolaan Aset PHE
Andre mengatakan pihaknya ingin melihat perkembangan produksi, pengembangan aset, efektivitas pengeboran, pemeliharaan fasilitas, hingga berbagai kendala yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan hulu migas.
Pemantauan langsung tersebut menjadi penting karena kegiatan hulu migas memiliki tantangan operasional yang berbeda pada setiap wilayah kerja. Lapangan yang telah berproduksi dalam waktu panjang juga membutuhkan pengelolaan aset secara berkelanjutan agar fasilitas produksi tetap andal.
Baca Juga
Hingga September, OJK Terima 35 Ribu Pengaduan Terkait Entitas Ilegal
Wakil Direktur Utama PHE Virano Nasution mengapresiasi dukungan dan perhatian Komisi VI DPR terhadap kegiatan perusahaan. Kunjungan tersebut dapat memperkuat komunikasi antara perusahaan dan legislatif, terutama dalam menghadapi tantangan industri hulu minyak dan gas.
“Kami berharap kunjungannya dapat menjadi sarana untuk kita berdiskusi, bertukar pandangan, serta mendapatkan masukan-masukan yang sangat berharga bagi kami untuk meningkatkan kinerja kami dan memperkuat kolaborasi kita bersama,” kata Virano.
