Mendagri: Program Gentingisasi Dongkrak Industri Plered dan Siap Serap Tenaga Kerja
Poin Penting
|
PURWAKARTA, investortrust.id – Program gentingisasi yang didorong pemerintah berpotensi meningkatkan permintaan genting tanah liat sekaligus menggerakkan industri dan tenaga kerja di sentra produksi seperti Plered, Purwakarta, dan Jatiwangi, Majalengka.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genting pada rumah-rumah yang masih menggunakan seng, asbes, dan material penutup atap lainnya.
“Saya dan Pak Menteri PKP Maruarar Sirait datang ke sini (Purwakarta) ini atas perintah Presiden, Bapak Prabowo Subianto untuk gentingisasi,” kata Tito dalam acara Peluncuran 500.000 Keping Genting di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga
Bedah Rumah di Purwakarta Melonjak 819%, Menteri Ara: Warga Kontrakan Kini Bisa Dapat Bantuan
Tito menyebut berdasarkan data pemerintah, baru sekitar 57% rumah di Indonesia yang menggunakan genting. Sekitar 30% lainnya menggunakan seng, sementara sisanya menggunakan asbes, rumput, kayu, dan material lainnya.
Menurut Tito, penggunaan genting juga dinilai memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah karena lebih mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising, seperti seng ketika hujan. Selain itu, pemerintah ingin mendorong penggunaan genting sebagai bagian dari penguatan industri lokal.
“Indonesia juga bisa kelihatan bagus di mata dunia karena di dunia itu Indonesia itu terkenal genting tanah liat. Bener. Dari dulu, dari zaman kita udah lama nih usaha genting tanah liat udah lama,” ucap Tito.
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah utama produksi genting tanah liat nasional. Tito menyebut Jatiwangi di Majalengka berada di posisi pertama, disusul Plered di Purwakarta. Produksi genting juga terdapat di sejumlah daerah lain, seperti Kebumen, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.
Tito mengatakan pemerintah akan mendorong rumah subsidi, rumah bantuan, hingga rumah hasil program bedah rumah untuk menggunakan genting. Kebijakan tersebut diyakini akan meningkatkan permintaan terhadap produk genteng dari sentra-sentra produksi.
Baca Juga
Bedah Rumah Purwakarta, Maruarar Soroti Keluarga Berpenghasilan Rp 2 Juta Sebulan
“Jadi, kalau sudah nanti gentingnya banyak produksi, mau enggak mau nanti kira-kira tenaga kerjanya bertambah enggak? Bertambah! Sopir truk seneng enggak kira-kira? Seneng. Iya, banyak diangkut,” tutur dia.
Dia menambahkan, peningkatan produksi dan distribusi genteng diharapkan memberikan efek ekonomi bagi masyarakat Plered dan daerah sentra produksi lainnya. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan genteng berbobot ringan untuk wilayah yang mempertimbangkan faktor risiko gempa.
“Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatra dan lain-lain. Banjirin dari Plered, nyeberang, kirim genting ke sana,” sebut Tito.
