Pertamina Ungkap Temuan Blok Migas, Termasuk di Bekasi dan Indramayu
JAKARTA, investortrust.id – Pertamina mengungkap sejumlah temuan blok migas di dalam negeri. Temuan-temuan itu akan segera dimonetisasi agar bisa membantu menambah produksi migas nasional dan mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari.
“Temuan kami tahun lalu ada tiga temuan besar ada di PX di Laut Jawa, Mupatu di Kalimantan, dan Milena di Sumatera Selatan. Semua itu sudah di-PSA-kan. Tujuannya supaya bergulir menjadi lapangan dalam waktu dekat. Itu adalah upaya kita menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target produksi 1 juta barel per hari,” kata Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Muharram Jaya Pangurisengkepada sejumlah pemimpin redaksi dalam perjalanan dengan Kereta Luar Biasa dari Jakarta ke Yogyakarta, Jumat (15/12/2023). Sejumlah direksi Pertamina berkunjung ke Yogyakarta, antara lain untuk menghadiri acara Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2023.
Muharram mengungkapkan, sebagai salah satu operator, Pertamina akan melakukan langkah-langkah yang maksimal untuk men-support pemerintah mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standarkaki kubik per hari.
“Pertamina terus berupaya untuk men-support pemerintah untuk mencapai target tersebut. Salah satunya dengan memaksimalkan area yang kita miliki sekarang. Peningkatan temuan kita sekali naik, tiap tahunnya kita mendapatkan kurang lebih 36% dari kenaikan dibanding tahun lalu. Dan kita akan upayakan temuan-temuan baru itu bisa segera dimonetisasi sehingga bisa mencapai target pemerintah,” katanya.
Potensi cadangan migas Indonesia masih besar, di mana sebanyak 80% cekungan di Indonesia itu belum disentuh. Oleh sebab itu,lanjut Muharram, salah satu tugas penting yang dilakukan Pertamina sekarang adalah mempercepat evaluasi terhadap cekungan-cekungan yang belum pernah ada pengeboran disitu.
Dalam waktu dekat, katanya, Pertamina akan melakukan survei seismik di Teluk Kuning dan kemudian di Seram untuk membuktikan cadangannya.
Dia juga mengungkapkan, salah satuupaya PHE adalah melakukan pengeboran sumur sedalam 4 kilometer yang mungkin tidak pernah dilakukan operator lain.
Kemudian, menurut dia, di sebelah timur dari Kota Kendari ada satu sub cekungan yang namanya Manuru tapi belum ada pengeboran sama sekali.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan masuk kesitu. InsyaaAllah kalau disitu akan lumayan besar. Jadi potensi yang didalam negeri ini akan kejar. Kita upayakan dilakukan secepat-cepatnya pengeboran untuk menghasilkan cadangan sebesar-besarnya,” katanya.
Selain itu, Pertamina juga mendapatkan blok baru di East Natuna pada Mei 2023. “Namanya blok East Natuna. persis di ujung perbatasan kita dengan Vietnam di utara dan timurnya adalah Malaysia,” jelasnya.
Pertamina sudah kirim kapal untuk studi cekungan di East Natuna. Diharapkan, pada pertengahan tahun dan akhir 2024 akan dilakukan survei seismik untuk melakukan pemboran.
“Artinya potensi dalam negeri yang besar itu akan kita serap. Karena tanpa pengeboran kita agak sulit untuk bisa mengejar ketahanan energi nasional kita,” ujar Muharram.
Temuan di Bekasi dan Indramayu
Sementara itu, terkait temuan di East Pondok Aren (EPN) - 001, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat di wilayah kerja PEP Tambun Field, telah dilakukan tes melalui uji alir produksi (Drill Stem Test/DST) kedua, sumur EPN-001 mampu mengalirkan minyak dengan rate sebesar 402 BOPD dan gas dengan rate mencapai 1,09 MMSCFD di kedalaman 2.590 mMD.
Target reservoir EPN-001 berupa play stratigrafi carbonate facies change/pinch out sebagai play opener yang akan membuka potensi migas baru di area Onshore Jawa Barat Utara.
Pengeboran sumur eksplorasi EPN-001 yang ditajak pada 18 Agustus 2023 menyasar target reservoir Carbonate Formasi Lower Cibulakan.
"Temuan migas ini merupakan manifestasi dari implementasi strategi eksplorasi perusahaan yang massif dan agresif. Pengeboran sumur EPN-001 sekaligus sebagai pembuktian play atau konsep baru, berupa stratigraphic trap di Formasi Lower Cibulakan, Sub Cekungan Ciputat," ujarDirektur Utama Pertamina EP (PEP), Wisnu Hindadari dalam keterangan belum lama ini.
Selain di Bekasi, PEP juga melakukan pengeboran di East Akasia Cinta (EAC)-001 di wilayah kerja PEP Jatibarang Field, Kabupaten Indramayu. Melalui Uji Alir Produksi (Drill Stem Test/DST) sumur EAC-001, diperoleh hasil laju alir minyak sebesar 30 BOPD, gas mencapai 2,08 MMSCFD, dan kondensat setara 15,05 BCPD.
Sumur EAC-001 diketahui sudah ditajak pada 4 September 2023, dengan objektif utama di Reservoir Batupasir konglomeratik Formasi Jatibarang dan Reservoir batugamping Formasi Upper Cibulakan.
Reservoir itu merupakan proven play atau konsep yang menghasilkan hidrokarbon di Lapangan Jatibarang dan Akasia Prima, Sub-Cekungan Jatibarang. Pengeboran ini mencapai kedalaman akhir di 2.520 mMD.
Rig dinyatakan release dari Sumur EAC-001 pada 28 November 2023 dengan total realisasi hari operasi sebanyak 85 hari serta keberhasilan secara operasional ini juga tercermin dengan penerapan Budaya HSSE yang tinggi dengan capaian 155.016 jam kerja selamat.
