Kebutuhan Energi RI Tambah 800 TWh, Pemerintah Kejar PLTS 100 GWp
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah memperkirakan kebutuhan energi Indonesia akan meningkat signifikan hingga 2030. Tambahan kebutuhan energi diproyeksikan mencapai sekitar 800 terawatt-hour (TWh), sehingga pengembangan sumber energi bersih menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah juga mendorong pengembangan energi surya dalam skala besar. Presiden Prabowo Subianto disebutnya telah memberikan arahan agar kapasitas energi surya dapat mencapai 100 gigawatt peak (GWp).
“Kebutuhan energi di tahun 2030 itu bisa mencapai tambahan 800 terawatt-hour. Kemarin arahan Bapak Presiden di Bali, kita harus mendorong solar energy sebagai green energy sebesar 100 gigawatt peak,” kata Airlangga dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 yang diselenggarakan Investortrust, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga
Menko Airlangga Dorong Revisi RUPTL, Target PLTS 100 GWp Jadi Pengungkit Ekonomi Hijau
Menurut Airlangga, pencapaian target tersebut menjadi tantangan yang perlu didukung oleh sektor industri. Pemerintah akan mendorong keterlibatan industri agar pembangunan pembangkit energi surya dapat dilakukan dalam waktu yang relatif cepat untuk mengejar kebutuhan energi sekaligus memperbesar porsi energi bersih.
Airlangga menyebut percepatan pengembangan energi bersih berpotensi mempercepat pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia. Dengan pengembangan energi surya dan sumber energi bersih lainnya, target NZE pada 2060 berpotensi dimajukan sekitar 10-15 tahun.
“Kalau ini dilakukan, maka net zero emission Indonesia di tahun 2060 itu bisa maju mungkin 10 sampai 15 tahun. Oleh karena itu energi bersih juga menjadi target pemerintah, salah satunya juga smart grid,” ujar dia.
Baca Juga
Siapkan Ekosistem Energi Bersih, PLN Jalin 5 Kolaborasi Strategis Senilai Rp 3,3 Triliun
Selain pengembangan pembangkit energi bersih, pemerintah juga terus memperluas akses listrik melalui program listrik desa. Airlangga mengatakan program tersebut pada 2025 ditargetkan menjangkau 1.505 lokasi, sedangkan pada tahun ini cakupannya ditingkatkan menjadi 4.390 lokasi.
“Kalau ini semua jalan, elektrifikasinya kita mendekati di atas 99%, dan indeks ketahanan energinya juga meningkat menjadi 7,13. Energi masih menyumbang emisi terbesar, oleh karena itu Bapak Presiden mendorong program 100 gigawatt tersebut,” tutur Airlangga.
