Ekspor Komponen Otomotif Melonjak 41%, Wamenperin: Perkuat Posisi RI Jadi Basis Produksi
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi pasar bagi industri otomotif global. Hal itu tercermin dari penguatan produksi, ekspor kendaraan, hingga ekspor komponen otomotif nasional.
Wamenperin Faisol mengatakan, ekspor komponen otomotif Indonesia melonjak 41% sepanjang Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ekspor kendaraan utuh atau CBU tumbuh 0,9%. Ekspor CKD melonjak 33%. Sementara ekspor komponen meningkat 41%," ujar Wamenperin Faisol saat membuka pameran Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten Kamis (24/9/2026).
Menurut Faisol, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa peran Indonesia dalam industri otomotif global semakin berkembang. Indonesia tidak hanya menjadi pasar untuk produk otomotif, tetapi juga mulai memperkuat posisinya sebagai basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat investasi regional.
"Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif global kini memandang Indonesia secara berbeda. Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok, dan pusat regional untuk investasi," kata Faisol.
Dia mengatakan, kinerja industri otomotif nasional turut ditopang oleh pertumbuhan produksi kendaraan. Pada Januari-Agustus 2026, produksi kendaraan domestik tumbuh 13,4% secara tahunan menjadi sekitar 859.256 unit. Sementara penjualan wholesales tumbuh 20,1%.
Lebih lanjut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas industri otomotif nasional yang semakin kuat, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar ekspor.
Baca Juga
339 Perusahaan Ramaikan Automechanika Jakarta 2026, Industri Komponen Otomotif RI Siap 'Go Global'
"Ini menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi dan perakitan, bukan hanya sebagai penjual kendaraan jadi," ujarnya.
Menurutnya, peluang pengembangan industri otomotif nasional juga masih terbuka lebar. Salah satu indikatornya adalah rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai 678 unit per 1.000 penduduk dan Thailand sebanyak 275 unit per 1.000 penduduk.
"Pasar otomotif Indonesia masih jauh dari jenuh. Sebaliknya, pasar ini masih terus berkembang dengan ruang ekspansi yang sangat besar," tandas Faisol.
