Hotel Platinum Yogyakarta Pakai CNG PGN (PGAS), Hemat Biaya hingga 30%
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN subholding gas Pertamina, memperluas pemanfaatan gas bumi untuk sektor perhotelan melalui penyaluran compressed natural gas (CNG) ke Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta. Penggunaan energi tersebut mendukung kebutuhan dapur hotel yang beroperasi selama 24 jam sekaligus menekan biaya energi hingga 30% dibandingkan LPG.
Penyaluran CNG tersebut dilakukan melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PGN yang menyediakan layanan gas bumi melalui skema di luar jaringan pipa.
Chief Engineering Platinum Hotel Maryudi mengatakan penggunaan CNG memberikan manfaat dari sisi teknis dan finansial bagi operasional hotel. Konsumsi gas bumi untuk kebutuhan dapur saat ini berada pada kisaran 40-60 meter kubik atau m³ per hari. Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta menggunakan 7 CNG cylinder dengan kapasitas masing-masing sekitar 28 m³ untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di area dapur.
Baca Juga
“Penggunaan CNG menjadi salah satu langkah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi operasional hotel. Untuk kebutuhan dapur, kami mencatat efisiensi biaya penggunaan gas sekitar 20%-30% dibandingkan ketika masih menggunakan LPG. Efisiensi ini membantu kami dalam menjaga biaya operasional hotel,” ujar Maryudi dikutip Kamis (24/9/2026).
Selain efisiensi biaya, penggunaan gas bumi memberikan perubahan pada aktivitas operasional dapur. Maryudi mengatakan nyala api yang stabil membantu proses memasak, sementara karakteristik pembakaran gas bumi yang relatif lebih bersih membantu mengurangi residu pada peralatan memasak. Kondisi tersebut turut membantu menjaga kebersihan area dapur yang menjadi salah satu fasilitas utama dalam operasional hotel.
Layanan CNG untuk Hotel 24 Jam
Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara Miranti Dyah Pramesti mengatakan Gagas menjaga keandalan pasokan CNG untuk mendukung operasional Hotel Platinum yang berlangsung sepanjang hari.
“Untuk mendukung operasional Hotel Platinum yang berlangsung 24 jam, kami menyiagakan tim operasional dan melakukan pemantauan pasokan secara berkelanjutan. Penggunaan gas pelanggan dipantau secara real-time sehingga apabila terdapat potensi kendala atau laporan dari lapangan, tim dapat segera melakukan respons dan penanganan,” jelas Miranti.
Menurut dia, pemantauan konsumsi juga menjadi dasar bagi Gagas dalam mengatur pengisian ulang CNG. Pengisian dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan pola pemakaian pelanggan.
“Prinsip layanan kami adalah ‘pelanggan tinggal pakai’. Operator melakukan pengisian ulang secara rutin dan terukur berdasarkan pemantauan pemakaian gas. Kami juga menjalankan pemeriksaan berkala, termasuk deteksi potensi kebocoran, untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas gas di area hotel tetap berada dalam kondisi aman dan optimal,” tambah Miranti.
Gagas juga mendampingi proses konversi peralatan dapur agar dapat menggunakan CNG. Penyesuaian dilakukan pada peralatan yang digunakan hotel sehingga pemanfaatan gas bumi dapat berjalan sesuai kebutuhan operasional sekaligus memperhatikan aspek keamanan.
Saat ini, sebanyak 6 unit Hotel Platinum di Indonesia telah memanfaatkan gas bumi yang disalurkan Gagas. Penggunaan tersebut memperluas penerapan CNG pada sektor hospitality, terutama untuk kegiatan operasional yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.
Bagi PGN, penyaluran CNG ke sektor perhotelan juga menjadi bagian dari pengembangan layanan gas bumi beyond pipeline. Skema tersebut memungkinkan gas bumi disalurkan kepada pelanggan yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa gas.
Baca Juga
PGN (PGAS) Tambah Pasokan Gas 5,45 BBTUD, Kontrak Berlaku hingga 2040
Melalui layanan tersebut, gas bumi dapat dimanfaatkan oleh pelanggan komersial dan industri di berbagai wilayah dengan kebutuhan energi yang tidak seluruhnya dapat dipenuhi melalui jaringan pipa.
Pengembangan layanan beyond pipeline juga memberikan ruang bagi PGN dan Gagas untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di luar wilayah yang telah memiliki infrastruktur pipa gas bumi. Di sektor perhotelan, kebutuhan energi untuk dapur berlangsung mengikuti aktivitas operasional hotel. Karena itu, pengaturan pasokan, pemantauan konsumsi, pengisian ulang CNG, serta pemeriksaan fasilitas menjadi bagian dari layanan yang diberikan Gagas kepada pelanggan.
