Perminas dan ITB Perkuat Teknologi Pengolahan Mineral Strategis
Poin Penting
|
BANDUNG, Investortrust.id - PT Perusahaan Mineral Nasional Persero (Perminas), perusahaan mineral milik negara, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi teknologi pengolahan mineral strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama yang berlangsung selama 5 tahun tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kebutuhan industri mineral masa depan Indonesia.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghubungkan kebutuhan industri mineral dengan kapasitas riset, laboratorium, dan pengembangan talenta perguruan tinggi.
Baca Juga
Istana Pastikan Target Komoditas Perminas dan MIND ID akan Berbeda
Direktur Utama PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, kemandirian Indonesia tidak cukup dibangun melalui kepemilikan sumber daya alam (SDA). Menurutnya, penguasaan teknologi pengolahan dan kemampuan manusia menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai strategis mineral nasional.
“Kami memiliki keyakinan yang sama bahwa kemandirian Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kepemilikan sumber daya. Kita harus mampu memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologinya sendiri. Kolaborasi Perminas dan ITB menjadi ruang yang konkret untuk menerjemahkan gagasan kemandirian teknologi ke dalam kemampuan industri mineral strategis nasional,” ujar Gilarsi dikutip (17/9/2026).
Melalui kerja sama tersebut, Perminas akan membawa kebutuhan dan persoalan nyata industri mineral ke dalam agenda riset bersama ITB. Ruang lingkupnya, mencakup karakterisasi mineral, teknologi ekstraksi dan pemurnian, material maju, hingga peningkatan efisiensi proses.
Karakterisasi mineral merupakan proses memahami sifat dan komposisi mineral, termasuk kandungan unsur yang dapat diolah. Sementara itu, ekstraksi dan pemurnian berkaitan dengan proses mengambil unsur bernilai dari bahan tambang dan meningkatkan tingkat kemurniannya.
ITB akan memperkuat kolaborasi melalui kapasitas keilmuan, laboratorium, peneliti, dan pengembangan teknologi. Pendekatan tersebut membuka ruang bagi kebutuhan industri untuk menjadi bagian dari agenda penelitian dan pengembangan teknologi.
Baca Juga
Danantara Akan Ambil Alih Tambang Martabe Lewat Perminas, Rosan: Akan Dirapatkan
Kerja sama ini juga diarahkan untuk menjembatani proses riset dengan penerapan industri. Persoalan yang dihadapi perusahaan dalam pengolahan mineral dapat menjadi dasar pengembangan penelitian, sementara hasil riset berpeluang dikembangkan menjadi kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam rantai nilai mineral strategis.
Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
“Kolaborasi dengan Perminas memungkinkan peneliti dan talenta ITB bekerja semakin dekat dengan persoalan industri mineral strategis, sekaligus mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan Indonesia,” ujar Tatacipta.
