Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Portofolio LNG Global
Poin Penting
|
BANGKOK, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengelolaan portofolio liquefied natural gas (LNG) yang fleksibel dan terintegrasi. Strategi yang dibawa dalam Gastech 2026 di Bangkok, Thailand, pada 15 September 2026 tersebut mengombinasikan pasokan gas domestik dan global dengan dukungan infrastruktur LNG serta jaringan gas Pertamina Group. Penguatan portofolio itu dilakukan saat volatilitas pasar dan pertumbuhan kebutuhan energi mendorong perubahan cara perusahaan mengelola pasokan gas.
“Ketahanan energi bukan hanya mengenai seberapa besar pasokan yang tersedia, tetapi juga kemampuan mendapatkan energi dari sumber yang tepat, pada waktu tepat, dengan biaya kompetitif. Karena itu, diversifikasi sumber dan fleksibilitas portofolio LNG menjadi penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar VP Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron dikutip Kamis (17/9/2026).
Baca Juga
Antrean BBM Makassar Mulai Normal, Pertamina Tambah Pasokan dan Layanan
Pertamina mengembangkan portofolio LNG dari berbagai sumber untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan pasokan. Selain mengoptimalkan produksi domestik, perusahaan memiliki portofolio internasional, antara lain dari Australia dan Amerika Serikat (AS).
Diversifikasi tersebut memberikan ruang bagi Pertamina untuk menyesuaikan sumber pasokan dan pola pengiriman berdasarkan kebutuhan, kondisi pasar, serta pertimbangan keekonomian. Pendekatan itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan permintaan dan dinamika perdagangan LNG global.
Kehadiran Pertamina dalam Gastech 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas dengan pelaku industri energi dunia. Forum energi global tersebut menjadi ruang bagi perusahaan untuk membahas pengembangan portofolio dan bisnis LNG di tengah perubahan lanskap energi.
Pengelolaan portofolio LNG Pertamina didukung infrastruktur gas dan LNG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut mencakup Perta Arun Gas, Nusantara Regas, fasilitas penerimaan LNG Jawa-1, serta jaringan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN. Integrasi antara sumber pasokan, fasilitas penerimaan dan penyimpanan, regasifikasi, jaringan pipa, hingga distribusi menjadi bagian penting dalam pengelolaan rantai pasok LNG.
“Pertamina memiliki portofolio LNG dan infrastruktur gas yang saling melengkapi. Integrasi dari sumber pasokan, fasilitas penerimaan dan penyimpanan, regasifikasi hingga jaringan distribusi memberikan fleksibilitas bagi Pertamina untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan energi di berbagai wilayah,” jelas Baron.
Perta Arun Gas Berpeluang Jadi Hub LNG Regional
Salah satu infrastruktur yang memiliki posisi strategis dalam portofolio LNG Pertamina adalah Perta Arun Gas di Aceh. Fasilitas ini berada di kawasan Selat Malaka, jalur perdagangan energi utama yang menghubungkan kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Baca Juga
Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung Berkapasitas 60 KL
Posisi tersebut memberikan peluang bagi Arun untuk berkembang sebagai hub LNG regional. Hub LNG merupakan pusat kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengelolaan, dan penyaluran LNG yang menghubungkan berbagai sumber pasokan dengan pasar tujuan. Perta Arun Gas memiliki opsi pengelolaan LNG, mulai dari menerima dan menyimpan LNG hingga reload, transhipment, regasifikasi, dan distribusi.
Menurut Baron, strategi LNG Pertamina ke depan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan volume pasokan, tetapi juga kemampuan mengelola dan mengoptimalkan LNG untuk memberikan manfaat yang lebih besar.
“Ke depan, yang menjadi pembeda bukan hanya kemampuan memperoleh LNG, tetapi kemampuan mengelola, mengoptimalkan dan menyalurkannya ke tempat yang memberikan manfaat terbesar. Pertamina ingin menghubungkan pasokan LNG global dengan ketahanan energi Indonesia sekaligus menangkap peluang pertumbuhan,” tutup Baron.
