Pertamina Hulu Kalimantan Optimalkan Sumur Sepinggan V-7, Produksi Capai 710 BOPD
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), perusahaan hulu migas di Kalimantan Timur, berhasil meningkatkan produksi Sumur Sepinggan V-7 hingga 710 barel minyak per hari atau BOPD pada 1 September 2026. Capaian ini melampaui target awal lebih dari 2 kali lipat dan turut menghasilkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD.
General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan, keberhasilan optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 diperoleh melalui pembukaan kembali akses menuju zona potensial di dalam sumur. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi dari aset migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Baca Juga
“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature. Kami terus mengkaji setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi,” jelas Darmapala dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut Darmapala, keberhasilan Sumur V-7 menunjukkan bahwa aset existing masih memiliki peluang untuk memberikan tambahan produksi apabila perusahaan menerapkan strategi pengembangan yang tepat.
“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT sejalan dengan visi dan misi PT Pertamina Hulu Indonesia atau PHI selaku induk usaha, untuk terus berkontribusi terhadap ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Darmapala.
Pekerjaan optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 diawali dengan kegiatan fishing, yaitu pekerjaan untuk mengatasi hambatan atau benda yang mengganggu akses di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, PHKT melanjutkan pekerjaan workover atau perbaikan dan pengerjaan ulang sumur.
Perusahaan kemudian melakukan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki potensi produksi. Perforasi merupakan proses membuat lubang pada dinding sumur untuk membuka jalur aliran minyak dan gas dari lapisan batuan menuju sumur.
Berdasarkan pengujian produksi pada 1 September 2026, Sumur V-7 mencatatkan produksi migas yang melampaui perkiraan awal. Sumur tersebut menghasilkan minyak 710 BOPD, lebih dari 2 kali lipat dari target yang ditetapkan. Selain minyak, produksi gas mencapai sekitar 0,8 MMSCFD, lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 0,5 MMSCFD.
SKK Migas Apresiasi Optimalisasi Aset Existing
Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyambut baik keberhasilan PHKT dalam meningkatkan produksi Sumur Sepinggan V-7.
Baca Juga
Antrean SPBU Makassar Mulai Landai, Pertamina Tambah 3 SPBU Modular
Menurut Haryanto, capaian tersebut menunjukkan masih adanya peluang peningkatan produksi melalui optimalisasi aset migas yang sudah ada. Upaya itu juga memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan potensi sumur mature melalui pekerjaan teknis yang tepat. “Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto.
Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan PHKT dalam melihat potensi yang tersedia dan melaksanakan pekerjaan pengembangan secara tepat, sehingga aset yang sudah beroperasi masih dapat memberikan tambahan produksi.
Haryanto berharap capaian Sumur V-7 mendorong PHKT untuk terus mencari peluang peningkatan produksi dari aset existing, khususnya di wilayah Kalimantan. “Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” tambah Haryanto.
