SEAFEC ke-5 Bahas Penguatan Tata Kelola Perdagangan Strategis dan Keamanan Teknologi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) ke-5 digelar pada Rabu (16/9/2026) sebagai forum regional untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan kebijakan Strategic Trade Management (STM) atau manajemen perdagangan strategis di kawasan Asia Tenggara.
SEAFEC tahun ini mempertemukan delegasi dari 17 negara bersama perwakilan organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan institusi akademis. Para peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari standar internasional dan arsitektur STM regional hingga tantangan baru yang muncul, seiring perkembangan teknologi dan rantai pasok global.
Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut mencakup perkembangan semikonduktor, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta rantai pasok mineral kritis.
Forum dibuka dengan sambutan Kuasa Usaha Ad Interim Misi Amerika Serikat untuk ASEAN Thao Anh Tran. Ia menegaskan dukungan Amerika Serikat terhadap ASEAN, sekaligus pentingnya penguatan keamanan ekonomi dan pengendalian terhadap perdagangan teknologi sensitif.
“Amerika Serikat mendukung ASEAN 100%. Keamanan ekonomi adalah keamanan nasional. Hal ini berarti menutup celah yang memungkinkan teknologi sensitif dialihkan kepada pihak-pihak yang dapat membahayakan kita semua,” ujar Thao Anh Tran dalam sambutan pembukaan SEAFEC di Fairmont Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurut dia, SEAFEC menjadi wadah bagi negara-negara di kawasan untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran praktik terbaik, penyelarasan sistem, serta pengembangan kerangka kerja pengelolaan perdagangan strategis di tingkat regional.
Baca Juga
Perkuat Perdagangan Indonesia, Mendag Dorong Implementasi ‘Strategic Trade Management’
“Forum ini memberi kita kesempatan untuk bekerja sama sebagai mitra dengan berbagi praktik terbaik, menyelaraskan sistem kita, dan membangun kerangka kerja pengelolaan perdagangan strategis regional yang menjaga keamanan teknologi, rantai pasok, dan masyarakat kita,” sambungnya.
Indonesia Dorong Kolaborasi Regional
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso turut menekankan pentingnya platform regional seperti SEAFEC dalam memperkuat pemahaman dan kolaborasi antarnegara, terkait pengelolaan perdagangan barang dan teknologi strategis.
Menurut Budi, forum tersebut dapat menjadi ruang bagi negara-negara di kawasan untuk bertukar praktik terbaik, berbagi pengalaman dan pembelajaran, serta memperdalam pemahaman bersama mengenai pendekatan regulasi di Asia Tenggara.
Penguatan kerja sama tersebut dinilai penting untuk mendukung keamanan dan ketahanan rantai pasok barang, serta teknologi strategis di tengah perubahan teknologi dan dinamika perdagangan global.
“Dengan bekerja sama, kita memastikan kawasan ini tetap aman, tangguh, dan menjadi pusat pertumbuhan global yang terus berkembang,” ujarnya.
Melalui SEAFEC, negara-negara peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penerapan manajemen perdagangan strategis, sekaligus membangun kerangka kerja yang mampu merespons perkembangan teknologi dan tantangan baru dalam rantai pasok global.
