Perkuat Perdagangan Indonesia, Mendag Dorong Implementasi ‘Strategic Trade Management’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong penguatan implementasi Strategic Trade Management (STM) atau manajemen perdagangan strategis sebagai upaya memperkuat sistem perdagangan Indonesia, sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
Hal tersebut disampaikan Budi dalam forum Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) ke-5. Menurut dia, forum ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan regulator dan pelaku industri guna membahas penerapan pengendalian ekspor secara praktis.
“Saya senang kita dapat mempertemukan regulator dan industri untuk membahas bagaimana pengendalian ekspor dapat diterapkan dalam praktik,” kata Budi saat membuka 5th SEAFEC 2026 sekaligus Indonesia Strategic Trade Management Summit (IDSTM) di Fairmont Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Budi mengatakan Kementerian Perdagangan memiliki tiga program utama, yakni memperkuat pasar domestik, memperluas pasar ekspor, serta mendorong produk lokal untuk menembus pasar global. Dia meyakini, penerapan STM dapat mendukung ketiga agenda ini.
Baca Juga
RI dan Maroko Jajaki Perjanjian Dagang, Bidik Pasar Ekspor ke Afrika Utara dan Mediterania
Di dalam negeri, STM dinilai dapat memperkuat sistem perdagangan, serta memastikan barang dan teknologi yang diperdagangkan dikendalikan secara tepat. Langkah tersebut, kata Budi, juga dapat meningkatkan posisi Indonesia sebagai mitra dagang yang aman dan bertanggung jawab.
Sementara di pasar internasional, STM diharap mampu meningkatkan kepercayaan mitra dagang sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha kecil dan menengah untuk memasuki pasar global.
Budi menegaskan, pembahasan dalam SEAFEC tahun ini perlu diarahkan dari aspek tata kelola menuju implementasi. Karena itu, diperlukan peta jalan yang praktis untuk memastikan tujuan pengendalian ekspor dapat diterapkan secara efektif.
Menurut mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan ini, kebutuhan tersebut semakin relevan, seiring perubahan struktur ekspor Indonesia. Pasalnya Kementerian Perdagangan mencatat, sektor manufaktur kini menyumbang lebih dari 82% terhadap ekspor Indonesia.
Transformasi tersebut, lanjut Budi, tercermin dalam kinerja perdagangan Indonesia yang kuat. Dalam paparannya, Budi menyebut Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 3,7 miliar pada Januari-Juli 2020.
“STM yang merupakan pendekatan nasional kita terhadap mitra ekspor, semakin penting bagi Indonesia. Bukan sebagai kendala tetapi sebagai kerangka kerja untuk pertumbuhan perdagangan,” pungkasnya.
