Freeport Proyeksikan Produksi Tambang Naik, Targetkan 21 Ton Emas pada 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan produksi tambang kembali meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring pemulihan operasi Grasberg Block Cave yang terdampak longsoran pada September 2025. Produksi bijih ditargetkan mendekati kapasitas normal pada 2028.
Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan, sepanjang 2026 produksi penambangan diproyeksikan mencapai 124.000 ton bijih per hari, atau sekitar 65% dari kapasitas normal yang berada di kisaran 200.000 ton per hari.
“Di tahun ini ada 124.000 ton bijih per hari. Kemudian di tahun depan kita akan bisa mencapai 170.000 ton bijih per hari atau sekitar 75% dari kapasitas normal kita, dan mendekati 100% di tahun 2028,” kata Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga
Menurut dia, penurunan produksi tahun ini merupakan dampak longsoran material basah yang terjadi pada September tahun lalu. Insiden tersebut juga membuat PTFI harus memodifikasi sejumlah peralatan, termasuk chute gallery atau fasilitas penampung bijih, agar operasional tambang dapat berjalan lebih berkelanjutan.
“Di tahun 2028 itu akan bisa mencapai 208.000 ton bijih per hari. Selanjutnya di 2029 dan 2030 itu bisa lebih dari 220.000 ton bijih per hari,” ujarnya.
Sejalan dengan kenaikan produksi bijih, produksi logam PTFI juga diproyeksikan meningkat. Pada 2026, perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700.000 ons emas atau setara sekitar 21 ton emas.
“Proyeksi untuk tahun 2027 itu adalah 1,3 miliar pound tembaga dan 1 juta ounces emas atau sekitar 31 ton. Di tahun 2028 dan seterusnya itu tembaga akan bisa mencapai 1,6 miliar pound, dan juga untuk emasnya bisa 1,3 juta ounces atau sekitar 39 sampai 40 ton,” tutur Tony.
Peningkatan tersebut akan berlanjut seiring pemulihan Grasberg Block Cave. PTFI juga mulai mengembangkan tambang Kucing Liar yang diposisikan sebagai salah satu tambang masa depan perusahaan.
Baca Juga
Dirut Freeport Kunjungi Korban Gempa di Desa Cunca Wulang, Manggarai Barat
“Kenaikan tingkat produksi ini sejalan dengan pemulihan Grasberg Block Cave yang terkena longsor di tahun yang lalu. Dan saya informasikan di sini bahwa tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami itu sudah mulai kami kerjakan dari sekarang dan itu sudah memasuki tahap development,” sebut dia.
Tambang Kucing Liar ditargetkan mulai memasuki tahap produksi pada 2029. Dengan pengembangan tambang tersebut dan pemulihan Grasberg Block Cave, PTFI menyiapkan peningkatan kapasitas produksi bijih hingga lebih dari 220.000 ton per hari pada 2029–2030.
