Dukung 3 Juta Rumah, Astra (ASII) Bangun 2.000 Rusun dan Renovasi 3.250 Hunian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Astra International Tbk (ASII) turut mendukung program 3 Juta Rumah yang dijalankan pemerintah melalui berbagai program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, Astra pada tahun ini akan membangun sekitar 4.000 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 unit merupakan rumah susun (rusun) yang dibangun di atas tanah negara.
"Astra saja tahun ini 4.000 rumah. 2.000 itu rumah susun yang dibangun oleh Astra di tanah negara," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Menurut Maruarar, pembangunan rusun tersebut menjadi bagian dari skema creative financing yang melibatkan sektor swasta, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Baca Juga
Hashim Komitmen Kawal Rusun Subsidi Manggarai 10 Tahun ke Depan
Dia menekankan, pemanfaatan tanah negara untuk pembangunan rusun tidak mengurangi aset negara karena lahan tersebut justru menjadi lebih produktif setelah dibangun.
"Jadi aset negara berkurang nggak? Hilang nggak? Nggak, nambah. Kenapa? Tanah negara dibangun sama Astra 2.000 (unit). Berarti tanahnya kurang atau nambah? Ya, nambah," tegas Ara.
Salah satu proyek yang disiapkan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Astra berada di kawasan Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat.
Berdasarkan dokumen Initial Calculation – 11th Development Hunian Vertikal Kawasan Kiaracondong, proyek tersebut dirancang berdiri di atas lahan sekitar 9.624 meter persegi milik KAI dengan konsep transit oriented development (TOD). Tahap pertama proyek dirancang memiliki dua tower dengan total 510 unit. Sebanyak 250 unit diperuntukkan bagi MBR dan 260 unit untuk masyarakat berpenghasilan menengah (MBM). Bangunan tersebut dirancang memiliki 11 lantai, terdiri dari 10 lantai hunian dan satu lantai podium komersial. Investasi awal proyek diperkirakan sekitar Rp 247 miliar.
Untuk unit MBR, harga jual dipatok mulai Rp 300 juta untuk tipe 24 dan Rp 450 juta untuk tipe 36. Sementara unit MBM dibanderol mulai Rp 360 juta untuk tipe 24 dan Rp 540 juta untuk tipe 36.
"Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan PT Astra. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis," kata Maruarar beberapa waktu lalu.
Selain di Bandung, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.000 unit rusun di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dengan demikian, total rusun yang ditargetkan dibangun melalui dukungan Astra mencapai 2.000 unit. Politisi Gerindra itu mengatakan, proyek tersebut akan memanfaatkan skema CSR Astra, sementara lahan yang digunakan berasal dari aset negara dan aset KAI.
"Tahun ini kita mulai bangun, sehingga mudah-mudahan dari kreatif finansial, tanah punya negara dan CSR dari Astra. Mudah-mudahan 1.000 unit di Tanah Abang dan 1.000 unit di Bandung, di Kiaracondong kita bisa mulai bangun tahun ini," tutur Ara.
Astra Renovasi 3.250 Rumah
Selain pembangunan rusun, Astra juga memiliki komitmen membangun dan merenovasi 3.250 unit rumah bagi MBR pada 2026 melalui program corporate social responsibility (CSR) perumahan. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Komisaris Utama Astra Prijono Sugiarto di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga
Rusun Qatar Belum Dibangun, PKP Ungkap Ada Aspek Hukum Aset KAI
"Ini komitmen CSR dari perusahaan terbesar tahun 2026 untuk mendukung penyediaan hunian bagi MBR. Terima kasih kepada Astra atas dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah," kata Ara.
Dari total 3.250 unit tersebut, sebanyak 2.500 unit dialokasikan untuk renovasi dan sanitasi, sedangkan 750 unit untuk pembangunan rumah baru. Pelaksanaan program akan dilakukan melalui pendataan dan penetapan lokasi yang dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan kriteria penerima MBR desil 1-4.
Pada 2025, Astra sebelumnya berkomitmen membangun 1.000 unit rumah. Dari komitmen tersebut, 250 unit dibangun di Kabupaten Garut dan Kabupaten Banyumas. Sebanyak 198 unit di antaranya telah selesai dibangun, sedangkan 52 unit masih dalam proses pembangunan dengan target penyelesaian akhir Maret 2026. Program tersebut juga mendukung gentengisasi dengan melibatkan UMKM produsen genteng lokal.
