Pertamina: Harga BBM Nonsubsidi Tetap Tinggi jika Harga Minyak Global Belum Stabil
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust.id – Gejolak geopolitik di Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia belum menunjukkan tanda-tanda stabil. Kondisi ini turut menekan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri, termasuk Pertamax dan Dexlite.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan dampak konflik Timur Tengah saat ini terasa lebih besar terhadap pasar energi global dibandingkan periode awal perang Rusia-Ukraina. Selain mengganggu ketersediaan energi, konflik tersebut membuat harga minyak dunia bergerak tidak menentu.
“Dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini. Dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil,” kata Eko dalam acara Pertamax Journey di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Menurut Eko, penurunan harga minyak dunia ke level sebelum krisis geopolitik masih menjadi harapan. Namun, selama tekanan geopolitik belum mereda, harga minyak masih berpotensi bertahan tinggi dan ikut memengaruhi harga BBM nonsubsidi.
Baca Juga
Pertamina Targetkan Semua Produk Bensin Dicampur Etanol dalam 2 Tahun
“Saya gak tahu katanya hari ini harga dunia BBM juga sedang naik lagi. Jadi kalau berharap turun US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera,” ujarnya.
Eko menilai jika harga minyak dunia belum kembali turun secara signifikan, harga BBM nonsubsidi akan tetap berada pada level tinggi. Kondisi tersebut berbeda dengan BBM subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah.
“Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang. Harga Pertamax, Dexlite dan lain-lain (BBM non-subsidi) itu akan berkisaran antara di angka Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribuan, karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” tutur Eko.
Berikut harga BBM Pertamina September 2026:
Pertalite: Rp 10.000 per liter
Pertamax: Rp 15.950 per liter
Pertamax Green: Rp 19.150 per liter
Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter
Biosolar: Rp 6.800 per liter
Dexlite: Rp 23.700 per liter
Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter
Baca Juga
Harga Minyak Bergolak Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran, Brent Menuju US$ 120?
