Tingkatkan Konektivitas dengan Kadin, Menpar Optimistis Kunjungan Wisman Lampaui Level Sebelum Pandemi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2026 melampaui jumlah kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 16 juta kunjungan per tahun sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat konektivitas dengan dunia usaha, khususnya Kadin Indonesia.
“Optimisme itu didorong pertumbuhan sektor pariwisata serta upaya pemerintah memperkuat konektivitas, infrastruktur, investasi, dan kolaborasi dengan dunia usaha,” kata Widiya pada acara “Kadin Indonesia Monthly Economic Diplomacy Breakfast (K-MED)” di Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Menpar Widiyanti mengingatkan, pengembangan pariwisata Indonesia tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Pariwisata juga tentang menciptakan pengalaman yang lebih baik, nilai ekonomi yang lebih besar, dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bisnis kita,” ujar dia.
Baca Juga
Dalam acara yang juga mempertemukan Kadin Indonesia dengan para duta besar dan perwakilan negara mitra tersebut, Widiya menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka dunia.
Namun, menurut dia, potensi tersebut masih perlu dikembangkan melalui penguatan ekosistem pariwisata, peningkatan konektivitas, pembangunan infrastruktur, fasilitas investasi, dan penciptaan peluang bisnis.
“Upaya-upaya tersebut penting dilakukan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata yang masih berkembang positif,” tutur dia.
Kemenpar mencatat, produk domestik bruto (PDB) pariwisata meningkat dari Rp 729,1 triliun pada 2022 menjadi Rp 1,14 kuadriliun pada 2025. Kontribusinya terhadap PDB nasional juga naik dari 3,73% menjadi 4,78%.
Menpar Widiyanti menjelaskan, pertumbuhan tersebut membukukantingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 16,03% selama empat tahun terakhir. Pada 2026, Kemenpar memperkirakan PDB pariwisata sepanjang tahun dapat mencapai Rp 1,19 kuadriliun.
Di sisi permintaan, kata dia, kunjungan wisman dan perjalanan wisatatawan domestik juga menunjukkan pertumbuhan. Pada 2025, keduanya tumbuh 10,8%. Khusus perjalanan domestik, jumlahnya mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan, atau tumbuh 17,65% secara tahunan (yoy).
Menpar Widiyanti menilai besarnya pasar domestik merupakan salah satu kekuatan utama pariwisata Indonesia karena memberikan skala, pertumbuhan, dan ketahanan bagi sektor tersebut.
Menurut Widiyanti, memasuki 2026, pemerintah tetap mencermati berbagai faktor geopolitik yang dapat memengaruhi mobilitas wisatawan internasional. Meski demikian, dia optimistiskunjungan wisman tahun ini akan melampaui level pra-pandemi.
Dia menuturkan, dalam jangka menengah, Indonesia menargetkan 20 juta hingga 23,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2029. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah berencana terus meningkatkan daya saing pariwisata, antara lain melalui perluasan akses bebas visa agar perjalanan ke Indonesia semakin mudah.
Selain itu, kata Menpar, pengembangan pariwisata akan diarahkan agar manfaat ekonomi tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. “Pemerintah juga menetapkan 13 destinasi pariwisata yang ditargetkan dan regeneratif, yang pengembangannya menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional hingga 2045,” papar dia.
Perkuat Kolaborasi dengan Kadin
Dalam kesempatan yang sama, Menpar Widiyanti menyambut baik inisiatif Kadin Indonesia yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu topik utama dalam pertemuan bersama para duta besar dan perwakilan negara mitra.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T Riady atas penyelenggaraan pertemuan tersebut. Acara ini dapat membuka ruang pertukaran gagasan, sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, dan negara-negara mitra.
Dia mengemukakan, forum tersebut menjadi kesempatan untuk tidak hanya memperkenalkan perkembangan pariwisata Indonesia, tetapi juga mendengarkan masukan, belajar dari pengalaman negara lain, serta mengeksplorasi peluang kerja sama baru.
Baca Juga
Kunjungan Wisman Naik 7,68%, Menpar Optimistis Pariwisata Mampu Dongkrak Ekonomi
“Saya sangat menantikan pertukaran yang berkelanjutan, tidak hanya untuk berbagi kisah Indonesia, tetapi juga untuk mendengarkan, belajar, dan mengeksplorasi bagaimana kita dapat membangun kemitraan yang lebih kuat dan menciptakan nilai yang lebih besar bersama-sama,” ucap Widiya.
Dia berharap, kolaborasi dengan Kadin dan para mitra internasional dapat turut memperkuat ekosistem pariwisata nasional, terutama dalam meningkatkan konektivitas, serta membuka peluang investasi dan bisnis.
Menpar menekankan, dengan pertumbuhan ekonomi pariwisata yang terus terjaga, penguatan pasar domestik, serta peningkatan konektivitas dan kerja sama internasional, pemerintah melihat peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing.
“Kami juga yakin Indonesia mampu mencapai target kunjungan wisman dalam beberapa tahun mendatang,” tandas dia.
