Elnusa (ELSA) Kantongi 'Carry Forward Contract' Rp 18,8 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memasuki usia ke-57 tahun dengan memperkuat bisnis dari jasa hulu migas hingga infrastruktur, logistik, dan teknologi energi. Strategi tersebut ditopang inovasi dan diversifikasi usaha untuk menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang.
Pada semester I-2026, nilai carry forward contract atau nilai kontrak yang masih akan dikerjakan pada periode berikutnya mencapai Rp 18,8 triliun.
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk Rustam Aji mengatakan perjalanan 57 tahun Elnusa merupakan bagian dari proses transformasi yang bertumpu pada kompetensi dan budaya inovasi perusahaan.
“DNA inovasi telah menjadi bagian dari perjalanan Elnusa sejak perusahaan ini didirikan. Berangkat dari kompetensi inti di sektor hulu energi, Elnusa terus berkembang dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas operasional untuk menghadirkan solusi yang semakin lengkap bagi industri energi," kata Rustam dikutip Kamis (10/9/2026).
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Ungkap Peran Laboratorium dalam Dukung Lifting Minyak 1 Juta Barel 2029
Hingga semester I-2026, Elnusa mencatat pendapatan sebesar Rp 7,58 triliun dan laba bersih Rp 435 miliar. Pada periode yang sama, nilai carry forward contract atau nilai kontrak yang masih akan dikerjakan pada periode berikutnya mencapai Rp 18,8 triliun.
Aktivitas operasional Elnusa juga mencakup survei seismik 3D seluas 1.757,08 kilometer persegi. Pada bisnis transportasi energi, volume yang ditangani mencapai 14 juta kiloliter, sedangkan distribusi BBM mencapai 1.918 ribu kiloliter.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa sebelumnya dikenal melalui kompetensi jasa hulu energi. Kapabilitas tersebut mencakup akuisisi dan pengolahan data seismik, geoscience, drilling support, well intervention, hingga berbagai layanan pendukung operasi lapangan migas.
Ekspansi tersebut mencakup jasa penunjang migas, engineering procurement construction (EPC), operation and maintenance, distribusi dan logistik energi, hingga solusi berbasis teknologi digital. Diversifikasi tersebut membuat lini usaha Elnusa saling terhubung. Perusahaan dapat menggabungkan kompetensi operasional dengan teknologi untuk menawarkan layanan yang lebih luas kepada pelanggan di sektor energi.
Pada sektor hulu energi, Elnusa melanjutkan pekerjaan Seismic Onshore 2D/3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, dan Seismic Offshore 3D Kandawulo. Di sektor digital, Elnusa mengembangkan Pertapixel yang menggabungkan drone, aerial mapping, dan Geographic Information System (GIS). Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pemetaan dan inspeksi aset.
Elnusa juga mengembangkan sistem Road Traffic Control (RTC) yang mengintegrasikan GPS, kamera CCTV berbasis kecerdasan buatan atau AI, data perjalanan, kondisi lalu lintas, dan perilaku pengemudi dalam satu sistem pemantauan. Penggunaan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung keselamatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Pengembangan digital juga menjadi bagian dari upaya Elnusa memperluas layanan di luar kompetensi jasa migas konvensional.
Pada sektor produksi, Elnusa menjalankan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Rama Project di PHE OSES yang mulai beroperasi pada Juni 2026. Proyek tersebut menggunakan teknologi polymer flooding untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.
Di sektor infrastruktur dan logistik energi, Elnusa mengerjakan pembangunan Fuel Terminal Palaran dengan kapasitas 37.500 kiloliter serta Terminal LPG Kolaka. Kedua proyek tersebut diarahkan untuk mendukung keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Bor Sumur Semberah-206 di Kaltim, Produksi Gas Tembus 255% dari Target
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Elnusa juga memperkuat tata kelola perusahaan. Sebagai perusahaan terbuka, penerapan transparansi, akuntabilitas, dan integritas menjadi bagian dari pengelolaan perusahaan. Komitmen tersebut tercermin dalam pencapaian ACGS Assessment Score sebesar 96,66 dengan predikat Very Good. Penilaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi penerapan praktik tata kelola perusahaan.
Rustam mengatakan pertumbuhan Elnusa akan tetap diarahkan pada keseimbangan antara kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, dan kepercayaan pemangku kepentingan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan dibangun melalui keseimbangan antara kinerja, inovasi, tata kelola, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, mengembangkan teknologi, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi industri energi, sekaligus memastikan setiap langkah pertumbuhan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tambah Rustam.
