6.050 SPBU Sudah Salurkan B50, Capai 94% dari Total SPBU
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Implementasi mandatori biodiesel B50 terus diperluas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 6.050 SPBU atau sekitar 94% dari total SPBU di Indonesia telah siap dan menyalurkan B50 hingga pekan ini.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan penerapan B50 telah memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257 Tahun 2026.
Baca Juga
Indonesia Pamer Mandatori Biodiesel B50 di Ajang INNOPROM 2026 Rusia
“Berdasarkan roadmap yang tercantum dalam permen ESDM, target pencampuran periode 2026 hingga 2030 adalah mencapai 50%. Dari sisi regulasi, telah ditetapkan alokasi volume dan standar mutu biodiesel yang lebih tinggi dibanding saat B40,” kata Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut Eniya, dari 104 titik serah biodiesel, sebanyak 76 lokasi sudah aktif menyalurkan B50. Sementara 28 terminal penyimpanan masih menjalani masa transisi dari penyaluran B40 menuju B50.
Dari sisi SPBU, sebanyak 362 lokasi masih dalam proses transisi. Pemerintah menilai proses tersebut perlu terus dikawal agar penyaluran B50 dapat berjalan optimal hingga akhir 2026.
“Standar mutu ini dirumuskan bersama oleh Ditjen EBTKE dan Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), sementara pedoman penanganan (handling) B50 telah kami sosialisasikan kepada masyarakat dan pelaku usaha melalui surat edaran Dirjen EBTKE,” sebut Eniya.
Secara akumulatif, serapan biodiesel hingga September 2026 telah mencapai 10,69 juta kiloliter. Angka tersebut berasal dari penyaluran B40 sebesar 7,273 juta kiloliter sepanjang Januari–Juni 2026 dan sekitar 3,4 juta kiloliter B50 pada periode 1 Juli hingga 7 September 2026.
Peralihan dari B40 ke B50 menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah terus memantau kesiapan terminal penyimpanan, titik serah, serta SPBU. Selain aspek distribusi, ketersediaan bahan baku juga menjadi perhatian untuk memastikan kebutuhan biodiesel sampai penghujung tahun.
Baca Juga
Program Biodiesel Hemat Devisa Rp 722,9 Triliun dalam Satu Dekade
“Dari total 104 titik serah, sebanyak 76 lokasi titik serah sudah aktif menyalurkan B50. Tersisa 28 terminal penyimpanan yang saat ini masih dalam masa transisi dari B40 menuju B50,” jelas dia.
ESDM memperkirakan sisa alokasi biodiesel hingga Desember 2026 dapat disalurkan secara optimal. Pemerintah memperkirakan ketersediaan fatty acid methyl ester (FAME) dari badan usaha produsen bahan bakar nabati (BBN) berada pada kisaran 16,8 juta kiloliter hingga 18 juta kiloliter.
Dengan capaian tersebut, pemerintah akan melanjutkan pengawalan distribusi B50 sekaligus memastikan kesiapan pasokan FAME. Targetnya, mandatori pencampuran 50% biodiesel dapat berjalan penuh sesuai roadmap yang ditetapkan.
