Pertamina Perkuat Infrastruktur Energi di Ternate, Avtur, dan BBM Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pertamina mengevaluasi kapasitas infrastruktur energi di Ternate, Maluku Utara, untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan bahan bakar di kawasan Indonesia Timur. Penguatan fasilitas avtur dan BBM menjadi perhatian, mengingat karakteristik wilayah kepulauan membuat distribusi energi sangat bergantung pada transportasi laut.
Evaluasi tersebut dilakukan Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin saat meninjau sejumlah fasilitas operasi Pertamina di Ternate. Kunjungan tersebut mencakup Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah dan Fuel Terminal (FT) Ternate.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan AFT Baabullah dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan bahan bakar penerbangan seiring pertumbuhan aktivitas penerbangan di Ternate.
“Terminal ini dikhususkan untuk menyuplai avtur untuk sekitar 15 penerbangan pesawat per hari yang masuk dan keluar dari Bandara Babullah,” ujar Siddik dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga
Menurut dia, peningkatan aktivitas ekonomi di Maluku Utara berpotensi mendorong pertumbuhan trafik penerbangan melalui Bandara Sultan Babullah. Untuk itu, kapasitas AFT perlu dievaluasi sejak dini agar mampu mengikuti perkembangan permintaan avtur.
“Kita mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis,” kata Siddik.
Selain fasilitas avtur, Pertamina turut mengevaluasi keandalan FT Ternate dalam menopang distribusi BBM untuk masyarakat. Terminal ini menjadi salah satu titik penting dalam rantai pasok energi Ternate dan wilayah kepulauan di sekitarnya.
Siddik mengatakan evaluasi di FT Ternate mencakup kemampuan terminal menerima pasokan berbagai produk energi melalui jalur laut dari Wayame. Pertamina juga mengkaji pengembangan fasilitas jetty untuk meningkatkan keandalan proses bongkar muat.
“Kita mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereview apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya,” jelas dia.
Siddik menilai penguatan infrastruktur menjadi semakin penting karena distribusi energi di kawasan Papua dan Maluku menghadapi tantangan geografis yang lebih kompleks dibandingkan wilayah lain. Sebaran pulau yang luas membuat mobilisasi pasokan energi sangat bergantung pada konektivitas laut.
Baca Juga
Pertamina Dorong Anak Muda Jadi Bagian dari Energi Penerbangan Hijau
“Region Papua Maluku ini salah satu region yang paling challenging untuk melakukan amanah pendistribusian energi karena terdiri dari berbagai macam pulau di bagian Indonesia Timur,” ungkap Siddik.
Kondisi tersebut membuat faktor cuaca dan keandalan sarana transportasi turut menjadi bagian penting dalam pengelolaan rantai pasok energi. Pertamina perlu memastikan kapasitas penyimpanan, penerimaan, hingga penyaluran mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan distribusi.
