Bukan ‘Omon-Omon’, Bakal Ada Mobil Terbang ‘Made in’ Korea dan China di IKN
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono memastikan IKN akan menjadi kota pintar (smart city) dan kota ramah lingkungan (green city). Tak perlu heran jika di IKN kelak berseliweran mobil terbang super canggih.
“Tagline kita adalah smart and green. Makanya kalau saya bicara ada mobil terbang di IKN jangan tertawa,”kata Bambang Susantono di sela-selapenandatanganan kesepakatan Pengembangan Infrastruktur Shared Hub di IKN dan Pengembangan International Institute of Sustainability Indonesia (IISI) antara Pertamina dan PT Bakrie & Brothers Tbk di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
VKTR dan Pertamina Power Teken Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
Menurut Bambang Susantono, cerita tentang mobil terbang di IKN bukan isapan jempol alias cuma omon-omon. “Konsepnya sedang dibuat. Isyaallah dari Hyundai (Korea Selatan) dan China. Apakah mobil terbang itu bentuknya drown besar atau kendaraan berbentuk sayap, itu masih diteliti,” tutur dia.
Bambang menegaskan, IKN dibangun secara bertahap. Periode awal (2022-2024) adalah masa persiapan. Mulai tahun depan, IKN bakal menjalani empat tahap pembangunan sampai 2045. “Masing-masing tahap membutuhkan waktu lima tahun,” ujar dia.
Sebagai kota masa depan, kata Bambang Susantono, IKN tidak dibangun sekali jadi. Perlu waktu lama untuk mewujudkan IKN sebagai smart city dan green city.
“Washington DC (AS) itu butuh 60-70 tahun. Canberra (Australia) juga sama, butuh 45 tahun untuk mencapai maturity. Berarti napasnya harus panjang. Salah satu yang kita inginkan adalah capability investor,” tegas dia.
Baca Juga
Sebagai kota pintar dan ramah lingkungan, menurut Bambang, IKN juga akan dilengkapi berbagai fasilitas public yang serba canggih.
“Pada 2045 mungkin angkutan umumnya tidak ada sopir dan kernetnya.Tiang listriknya mungkin bisa diajak bicara. Kalau misalnya tersesat, kita bisa tanya, posisi saya di mana? Nanti muncul di layar, ditunjukkan tempatnya. Ini bisa kita lakukan karena semua serba internet of things (IOT),” papar dia.
