Integrasi Stasiun Karet-BNI City Dimulai Besok, Rampung 28 September
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) akan memulai proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai besok, Selasa (1/9/2026).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyatakan, penataan kawasan integrasi akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan sisi terowongan Kendal.
"Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal," kata Karina dalam keterangannya, dikutip Senin (31/8/2026).
Baca Juga
KCI Optimistis Integrasi Kawasan Shangri-La Dongkrak Penumpang BNI City
KAI Commuter juga menyiapkan petugas dan fasilitas informasi bagi pengguna selama perubahan pola perjalanan. Petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, serta pengaturan arus pelanggan akan disiapkan.
"Ini semua kami siapkan juga agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik pengguna commuter line. Jadi, kami tetap mengupayakan agar semua tetap berjalan lancar," ujar Karina.
Karina mengimbau pengguna commuter line yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet untuk menyesuaikan proses naik dan turun di Stasiun BNI City selama proses integrasi berlangsung. "Selalu perhatikan informasi dan arahan dari petugas di stasiun selama masa proses pekerjaan integrasi ini," tutur Karina.
Proses pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City akan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Selama proses tersebut, layanan naik dan turun pengguna commuter line yang sebelumnya dilakukan di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun BNI City.
Pengguna commuter line yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet dapat menggunakan akses selasar di samping Stasiun Karet untuk menuju Stasiun BNI City. Fasilitas gate elektronik, loket, dan hal di sisi barat Stasiun BNI City telah terpasang dan akan terintegrasi dengan akses dari pintu Karet.
Lebih lanjut, saat ini perjalanan commuter line dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang melalui Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City mencapai 264 perjalanan.
Dengan adanya integrasi tersebut, perjalanan Commuter Line Cikarang tidak mengalami perubahan. Perubahan hanya terjadi pada lokasi naik dan turun pengguna Commuter Line, dari Stasiun Karet menjadi Stasiun Sudirman Baru/BNI City.
Sementara itu, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) di Stasiun BNI City tidak mengalami perubahan selama proses pekerjaan integrasi. Layanan naik dan turun pengguna Commuter Line Basoetta tetap berjalan sesuai layanan saat ini.
Adapun sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Karet mencatat 2.175.455 pengguna yang naik dan 2.127.155 pengguna yang turun. Sedangkan Stasiun BNI City mencatat 940.478 pengguna yang naik dan 662.808 pengguna yang turun.
Secara total, kedua stasiun tersebut melayani 5.905.896 aktivitas naik dan turun pengguna Commuter Line Jabodetabek selama Januari-Juli 2026.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Commuter M Purnomosidi mengungkapkan, integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City ditargetkan diluncurkan pada 28 September 2026. Peluncuran tersebut direncanakan bertepatan dengan HUT PT KAI.
Baca Juga
KAI Targetkan Integrasi Stasiun BNI City dan Karet Rampung Akhir 2026
"Insyaallah BNI City ini akan kita launch rencananya 28 September pas ulang tahun KAI, sekaligus mengintegrasikannya dengan Stasiun Karet," ujar Purnomosidi saat ditemui di Stasiun BNI City, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Purnomosidi menyebutkan, pengerjaan fisik secara keseluruhan telah rampung dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.
"Secara infrastruktur besarnya sudah siap semua. Tinggal yang kecil-kecil seperti pengerjaan travelator yang saat ini sedang dalam proses pemasangan," jelasnya. Dengan beroperasinya integrasi tersebut, Stasiun Karet nantinya tidak lagi melayani naik dan turun pengguna commuter line.
