Kadin Indonesia Temui Mentan Bahas 4 Program Satgas Protein Dukung MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas Protein Cecep Muhammad Wahyudin bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia sekaligus Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Internal Satgas Protein Devi Erna Rachmawati melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, pada Kamis, (27/8/2026). Pertemuan strategis tersebut digelar untuk membahas penguatan ekosistem penyediaan protein nasional dalam rangka mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis.
Dalam audiensi tersebut, Kadin Indonesia memaparkan empat program utama Satgas Protein yang dinilai krusial dalam memperkuat ketersediaan serta rantai pasok protein dari sektor hulu hingga hilir. Keempat fokus tersebut dirancang untuk membangun ekosistem penyediaan protein yang terintegrasi secara menyeluruh dengan mengikutsertakan partisipasi aktif masyarakat dan para pelaku usaha di berbagai daerah.
Cecep menjelaskan secara rinci pilar utama yang diajukan oleh pihak Kadin Indonesia. “Pertama adalah hilirisasi untuk produk-produk hasil pertanian dan peternakan yang berkaitan dengan protein. Kedua, desentralisasi ayam petelur. Ketiga, pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia. Keempat, digitalisasi sistem dari hulu sampai dengan hilir,” ujar Cecep.
Selain memaparkan program utama, Kadin Indonesia menyampaikan sejumlah usulan kerja sama konkret yang dapat segera direalisasikan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Salah satu poin penting yang diajukan adalah pemanfaatan alokasi 3 persen Kredit Usaha Rakyat untuk alat dan mesin pertanian bagi klaster atau ekosistem usaha penyokong rantai pasok protein.
“Kita mengajukan 3 persen KUR Alsintan itu untuk klasternya dimasukkan. Karena ini akan melibatkan masyarakat, itu menjadi bagian daripada satu ekosistem supply chain,” jelas Cecep.
Baca Juga
Prabowo Sebut MBG Sudah Jangkau 62 Juta Penerima: Kita Selesaikan Kekurangan
Kadin Indonesia juga mendorong percepatan pengembangan kawasan sapi perah di tanah air. Guna mensukseskan agenda tersebut, pihak Kadin berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan pada proses importasi sekaligus menyediakan akses pembiayaan melalui skema kredit yang lebih lunak dan berjangka waktu panjang.
“Kemudian yang kedua terkait dengan pengembangan sapi perah, harapannya pemerintah bisa memberikan lebih mudah lagi importasi dan juga kredit yang lunak dan panjang,” kata Cecep.
Faktor keberadaan off-taker yang terjamin turut menjadi perhatian utama Kadin Indonesia demi menciptakan ekosistem protein yang berkelanjutan. Berkenaan dengan hal tersebut, Kadin Indonesia berharap Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat membuka ruang kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional yang dinilai sebagai salah satu off-taker terbesar dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis.
“Kita ingin ada off-taker yang terjamin. Harapannya Kementan bisa membuka wacana untuk kolaborasi dengan BGN sebagai off-taker yang hari ini paling besar,” ujarnya.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman memberikan respons yang sangat positif terhadap seluruh aspirasi dan usulan yang diajukan oleh Kadin Indonesia. Mentan juga menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat langkah tindak lanjut atas berbagai program strategis yang telah dibahas bersama.
“Respons Pak Menteri sangat baik. Alhamdulillah, di luar ekspektasi juga, Pak Menteri tampaknya ingin bergerak cepat karena memang sejalan dengan apa yang diajukan oleh kita,” pungkas Cecep.
