Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 Kembali Digelar, Hadirkan 10 ‘Country Pavilions’ Lebih
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 akan kembali hadir pada 16-18 September 2026 di JIExpo Kemayoran. Mengusung tema ‘Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future’, Fi Asia Indonesia 2026 hadir dalam skala lebih besar, berkembang dari 7 hall pada 2024 menjadi 11 hall.
Acara tersebut diharap menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini dipercaya dapat memperkuat akses terhadap inovasi, memperluas jaringan, serta membuka peluang bisnis baru.
Fi Asia Indonesia diselenggarakan demi menjawab kebutuhan industri makanan minuman yang masih mencatatkan peningkatan 6,51% (yoy) hingga kuartal II-2026. Kementerian Keuangan merinci, pertumbuhan ini didorong berbagai faktor, salah satunya perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan, serta memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.
Seiring berkembangnya industri, kebutuhan terhadap bahan baku, formulasi, dan solusi yang adaptif pun dipercaya semakin meningkat.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, menilai bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap kebutuhan yang semakin berkembang.
Hal itu tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra yang lebih luas.
“Oleh karena itu, dibutuhkan platform yang mempertemukan antara industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adaptif dan berdaya saing,” ujarnya dalam Press Conference Kedua Fi Asia Indonesia 2026 di Westin Hotel, Kamis (27/8/2026).
Adhi menambahkan, Fi Asia Indonesia 2026 juga menghadirkan Natural Ingredients Pavilion yang membantu memperluas pilihan sumber bahan baku alami dan organik. Ada pula Beverage Ingredients Pavilion yang membuka peluang untuk mengeksplorasi bahan baku dalam mendukung inovasi produk minuman.
Kemudian New Business Pavilion menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk menemukan beragam solusi, bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan yang mendukung kebutuhan industri di masa depan.
Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB, Puspo Edi Giriwono, menyebut bahwa pertumbuhan industri perlu diiringi dengan penguatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan riset. Tujuannya agar industri dapat terus mengembangkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
“Riset dalam bidang pangan terutama pengembangan bahan baku membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan formulasi yang tetap memenuhi kualitas, keamanan, dan nilai gizi,” paparnya.
Dia juga menekankan bahwa kolaborasi antara peneliti, industri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk mempercepat adanya inovasi.
Baca Juga
Menuju Industri Pangan Lebih Sehat, Fi Asia Indonesia 2026 Angkat Isu Standar Mutu
Dalam upaya memperluas kolaborasi internasional, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions yang akan terlibat. Beberapa di antaranya merupakan negara baru yang bergabung, antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
Regional Portfolio Director–ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat menjelaskan, perkembangan industri makanan dan minuman saat ini tidak hanya ditandai oleh kebutuhan akan bahan baku yang inovatif. Melainkan juga oleh semakin beragamnya tren, teknologi, dan ekspektasi konsumen yang perlu dipahami oleh pelaku industri.
“Karena itu, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features yang dirancang untuk memberikan perspektif lebih luas mengenai perkembangan industri, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi pengunjung,” ujar Rose.
Guna membantu pelaku industri memahami perkembangan, tren, dan inovasi terkini, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features, termasuk Innovation Zone, Innovation Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching Service, dan Academic to Commercial Showcase.
Sementara itu, B2B Sales Manager PT Santos Premium Krimer, Niko N. Songko, melihat kehadiran berbagai special features sebagai nilai tambah yang dapat membantu exhibitor dan pelaku industri mengeksplorasi perkembangan terbaru secara lebih relevan.
“Bagi kami, kesempatan memperkenalkan inovasi, mendapatkan insight dari sesama pelaku industri, serta melihat berbagai peluang penerapan produk dan solusi menjadi salah satu nilai penting dari keikutsertaan di Fi Asia Indonesia 2026,” tandas Niko.
