Setelah Mantapkan Pasar Domestik, Goodtalenta Bidik Pasar Global untuk Bawa Talenta RI ke Luar Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Goodtalenta, platform rekrutmen digital asal Indonesia, menyiapkan ekspansi regional untuk mempertemukan talenta Indonesia dengan perusahaan di luar negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana jangka menengah setelah platform memperkuat pasar domestik.
Ekspansi tersebut akan diarahkan untuk membuka akses perusahaan asing terhadap pencari kerja Indonesia, sekaligus memberi peluang bagi tenaga kerja nasional untuk masuk ke pasar kerja internasional.
“Tidak hanya Indonesia, tetapi kita mau export talenta-talenta Indonesia juga ke luar. Saat ini kebutuhan di luar masih banyak juga. Tapi mereka juga tidak punya channel yang kredibel untuk bisa mengakses pencari kerja Indonesia,” kata CEO & Founder Goodtalenta Morizio Runtuwene dalam peluncuran Goodtalenta di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Goodtalenta saat ini telah menyediakan layanan dalam 4 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Vietnam. Pilihan bahasa tersebut disiapkan untuk memperluas akses perusahaan dari negara berbeda terhadap kandidat pencari kerja Indonesia.
Baca Juga
Morizio mengatakan Bahasa Mandarin menjadi salah satu fitur yang ditujukan untuk membantu perusahaan asal China menggunakan platform dalam proses pencarian talenta. Sementara itu, Vietnam menjadi salah satu pasar yang dipertimbangkan karena dinilai memiliki prospek pertumbuhan besar.
“Kenapa Vietnam? Karena kita melihat Vietnam adalah pasar yang baik, punya potensi besar. Bahkan disebut sebagai the next China. Jadi kita juga punya rencana untuk penetrasi ke sana,” ujarnya.
Menurut Morizio, kebutuhan perusahaan asing terhadap tenaga kerja Indonesia menjadi salah satu peluang yang ingin digarap Goodtalenta. Goodtalenta tersebut tidak hanya membidik perusahaan asing yang sudah beroperasi di Indonesia, tetapi juga perusahaan yang berada langsung di negara tujuan. “Sekarang harapannya hasil karya dari bangsa kita sendiri untuk saatnya kita keluar,” kata Morizio.
Dia mengatakan, Goodtalenta melihat pasar Timur Tengah serta negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan sebagai bagian dari peluang pengembangan regional. Namun, ekspansi tersebut masih berada dalam tahap rencana jangka menengah dan belum menjadi target utama dalam satu tahun berjalan.
Untuk model bisnis saat ini, kata dia, Goodtalenta menyasar pasar business-to-business (B2B), yakni layanan yang digunakan perusahaan untuk kebutuhan rekrutmen. Morizio mengatakan pengguna platform tidak terbatas pada perusahaan besar. Usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM serta perusahaan rintisan juga dapat menggunakan layanan tersebut karena Goodtalenta menawarkan biaya yang terjangkau.
“Memang kita B2B, jadi memang pengguna kita adalah perusahaan, dan perusahaan ini itu tidak terbatas hanya perusahaan besar. Tetapi juga seluruh perusahaan yang membutuhkan itu bisa menggunakan Goodtalenta,” ujar Morizio.
Di sisi lain, pencari kerja dapat menggunakan platform tanpa dikenakan biaya. Goodtalenta memperoleh pendapatan dari perusahaan yang menggunakan layanan rekrutmen. “Setiap pekerja yang mau mencari pekerjaan bisa menggunakan Goodtalenta tanpa biaya untuk kerja. Jadi kita hanya memberikan biaya kepada perusahaan. Kerja free,” kata Morizio.
Goodtalenta mengembangkan platform yang mengintegrasikan proses rekrutmen dari pencarian kandidat, penyaringan, penilaian, hingga pengambilan keputusan dalam satu aplikasi. Platform tersebut menyediakan dasbor rekrutmen, pengelolaan data kandidat, pengaturan jadwal wawancara, online assessment, recruitment pipeline, serta komunikasi dengan kandidat.
Goodtalenta juga menggunakan otomasi dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sejumlah tahapan, termasuk pendaftaran kandidat, penyaringan kandidat, dan analisis kandidat.
Morizio mengatakan integrasi data tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai proses rekrutmen. Data yang terkumpul juga dapat digunakan untuk mengevaluasi proses, mengukur efektivitas, mengoptimalkan biaya, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Goodtalenta mengembangkan produknya selama sekitar 1 tahun sebelum diluncurkan. Morizio mengatakan pengembangan tersebut dilakukan menggunakan dana internal perusahaan tanpa dukungan investor eksternal. “Kita setahun ngembanginnya, kita biaya sendiri, tidak ada investor. Jadi kita menggunakan kas kita sendiri,” ujarnya.
Sudah Kantongi Lebih dari 1.000 Talenta
Sejak peluncuran, Goodtalenta mencatat lebih dari 1.000 pencari kerja telah terdaftar dalam platform tersebut. Jumlah itu dihimpun dari pencari kerja yang mendaftar untuk berbagai perusahaan dalam sekitar 2 pekan pertama setelah platform diluncurkan.
Pada tahap awal, Goodtalenta memilih sektor service dan hospitality sebagai salah satu segmen utama. Morizio mengatakan sektor tersebut memiliki karakteristik padat karya dengan tingkat pergantian pekerja yang relatif tinggi.
Selain itu, sektor hospitality memiliki jalur masuk kerja yang relatif terbuka bagi pekerja dengan berbagai tingkat pengalaman. Posisi seperti pelayan restoran dan housekeeping dapat menjadi pintu masuk sebelum pekerja berkembang ke jenjang karier yang lebih tinggi.
Meski memulai dari segmen tersebut, cakupan posisi di Goodtalenta tidak terbatas pada pekerjaan operasional. Platform juga menyediakan kandidat untuk posisi senior hingga level director dan general manager.
Baca Juga
Prabowo: Pembangunan Bangsa Bukan Pekerjaan Presiden Seorang Diri
Perusahaan sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk Artotel Group, Marquee Group, dan First HR Indonesia untuk mendukung kebutuhan rekrutmen di sektor masing-masing.
Corporate HR Director Artotel Group Harry Florentinus mengatakan kebutuhan sektor hospitality terhadap talenta berjalan seiring dengan dinamika bisnis dan operasional yang berubah.
Menurut dia, kehadiran Goodtalenta dapat membantu menyederhanakan proses rekrutmen sehingga tim sumber daya manusia dapat lebih fokus menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
