RAIA Grid Mulai Rakit GPU di RI Akhir 2026, Investasi US$ 22 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Infra Fiber Teknologi (IFT) melalui RAIA Grid menyiapkan investasi sekitar US$22 juta untuk masuk ke bisnis manufaktur dan perakitan graphics processing unit (GPU) di Indonesia. Produksi perdana ditargetkan mulai berjalan pada Desember 2026.
Deputy CEO and COO Arsari Group Aryo Djojohadikusumo mengatakan, langkah tersebut menandai ekspansi RAIA Grid dari infrastruktur digital ke sektor manufaktur. Perusahaan akan mulai melakukan perakitan GPU pada akhir tahun ini.
“Sudah waktunya kita sekarang masuk di manufacturing, assembling yang ada di Indonesia. Dan pada hari ini juga kita akan mengumumkan bahwa akhir tahun ini, bulan Desember 2026, kami dari IFT akan mulai di Indonesia tahun ini juga,” jelasnya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
Punya 3 Kekuatan Ini, Hashim: Indonesia Bisa Jadi Magnet Investasi Data Center AI di Dunia
Secara terpisah, Director of Finance RAIA Grid Hendra Purnama menjelaskan bahwa investasi US$22 juta merupakan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk proyek semikonduktor.
Investasi tersebut menjadi bagian dari dua proyek yang disiapkan perusahaan. Proyek kedua berupa infrastruktur subsea dengan nilai sekitar US$190 juta untuk fase pertama. Sementara itu, proyek semikonduktor ditargetkan sudah mulai beroperasi pada tahun ini.
Produksi 150 GPU per Bulan
Sementara itu, Director of Technology RAIA Grid Raden Rudi Wismanto mengatakan, produk yang dikembangkan mengusung model GPU as a Service (GPUaaS) dengan platform NVIDIA GB300. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 140-150 unit GPU per bulan.
Fasilitas produksi direncanakan berada di kawasan industri sekitar Jakarta, termasuk Purwakarta. Dalam pengembangan fasilitas tersebut, RAIA Grid akan menggandeng sejumlah mitra, termasuk Indosat Group serta sejumlah perusahaan penyedia peralatan teknologi.
Hendra mengatakan, proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan GPU. Pengembangan manufaktur juga diharapkan dapat membentuk rantai pasok dan menciptakan talenta baru di Indonesia.
“Ini memetakan Indonesia sebagai salah satu ekosistem di AI secara global. Jadi dengan adanya manufacturing kita di sini, itu bisa menempatkan kita sebagai salah satu negara yang bisa melakukan manufacturing untuk GPU,” jelas Hendra.
Baca Juga
Arsari Group dan Indosat (ISAT) Luncurkan RAIA Grid, Bidik Infrastruktur AI Indonesia
Menurut Hendra, kebutuhan rantai pasok akan mencakup casing, fiber, motherboard, dan komponen pendukung lainnya. Perusahaan juga akan melatih tenaga kerja untuk mendukung terbentuknya ekosistem manufaktur GPU di dalam negeri.
Saat ini, manufaktur GPU di Asia Tenggara disebut baru terdapat di Penang, Malaysia. Dengan masuknya RAIA Grid ke bisnis manufaktur dan perakitan GPU, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar AI, tetapi juga menjadi bagian dari rantai produksi dan ekosistem AI global.
