Jembatani Akademik dan Ekosistem Dunia Industri, UI Hadirkan Dany Amrul Ichdan di Wisuda 2026
Poin Penting
|
DEPOK, investortrust.id - Perkembangan artificial intelligence (AI), transformasi ekonomi, dan perubahan sosial membuat tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Memasuki dunia profesional, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa dalam seseorang menguasai satu bidang, tetapi juga kemampuannya menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan berbagai perspektif menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat.
Kebutuhan untuk mempertemukan dunia akademik dengan realitas profesional tersebut menjadi salah satu semangat dalam Upacara Wisuda Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Balairung UI, Depok, Sabtu (22/8/2026). Dalam kegiatan itu, UI mengundang praktisi korporasi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan untuk memberikan graduation speech.
Baca Juga
Saleh Husin Salut Profesionalitas UI Green Marathon: Runners Happy, Tertib dan Lancar
Berbekal pengalaman dalam kepemimpinan, transformasi bisnis, dan pengelolaan organisasi, Dany membagikan perspektif mengenai bagaimana ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi modal untuk menjawab persoalan nyata. Menurutnya, tantangan setelah kelulusan justru dimulai ketika para lulusan harus mampu mempertemukan kompetensi yang berbeda untuk menghasilkan sebuah karya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi wisudawan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Psikologi. Sebab, menurut Dany, dunia nyata tidak bekerja berdasarkan sekat fakultas.
“Masa depan tidak dibangun oleh satu disiplin ilmu saja, tetapi dari keberanian untuk mempertemukan berbagai keahlian. Ketika kedokteran dan kesehatan masyarakat bertemu dengan teknologi, psikologi, serta perspektif sosial dan kebijakan, kita membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih utuh bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi menciptakan kemungkinan baru dan kemajuan bagi Indonesia,” ujar Dany.
Untuk itu, kedalaman kompetensi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkolaborasi. Ketika keahlian dari berbagai disiplin dipertemukan, pengetahuan dapat berkembang menjadi inovasi, inovasi menjadi produk atau solusi, dan pada akhirnya menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Untuk membangun kapasitas tersebut, Dany membagikan tiga bekal kepada para lulusan, yakni distinctive, mengenali kekuatan dan perspektif unik yang dimiliki; adaptive, terus belajar menghadapi perubahan; serta inclusive, terbuka untuk bekerja bersama orang dengan keahlian dan sudut pandang berbeda.
Baca Juga
Belajar dari Tiongkok, Boy Thohir Dorong Akademisi UI Jadi Profesor Entrepreneur
Ketiga karakter tersebut diperkuat dengan prinsip power of belief, power of commitment, dan power of legacy: keberanian untuk terus melangkah, konsistensi menjalankan tanggung jawab, serta kesadaran bahwa perjalanan profesional pada akhirnya bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang dampak yang ditinggalkan.
“Indonesia memiliki talenta-talenta unggul dari berbagai bidang. Ketika keunggulan tersebut saling terhubung, berkolaborasi, dan diwujudkan menjadi karya nyata, kita memiliki kekuatan besar untuk menciptakan lebih banyak solusi, memperluas manfaat, dan bersama-sama membawa Indonesia semakin maju,” katanya.

